Musim Hujan, Petani Tembakau di Sumedang Mengeluh Harus Menjemur sampai Tiga Bulan

Pasalnya, para petani tembakau harus pandai-pandai mengatur waktu untuk menjemur tembakau agar dapat kering.

Musim Hujan, Petani Tembakau di Sumedang Mengeluh Harus Menjemur sampai Tiga Bulan
seli andina miranti/tribunjabar
Wida menjemur tembakau miliknya. Musim hujan menjadi musim penuh tantangan bagi para petani tembakau di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Musim hujan menjadi musim penuh tantangan bagi para petani tembakau di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Pasalnya, para petani tembakau harus pandai-pandai mengatur waktu untuk menjemur tembakau agar dapat kering.

Menurut pantauan Tribun Jabar di Desa Pasigaran, Sabtu (2/2/2019), begitu cuaca bersahabat, tak ada awan mendung yang menghalangi sinar matahari, para petani tembakau segera menjemur tembakau-tembakau hasil panen.

"Mumpung sedang terang, beberapa hari belakangan kan hujan terus, mendung dari pagi, tidak bagus buat menjemur tembakau," ujar Wida Widaningsih (29), petani tembakau.

Tembakau-tembakau hasil rajangan milik Wida dijemur di papan-papan kayu yang dibiarkan di halaman rumah. 

Halaman rumah pun penuh dengan tembakau hasil rajang, hanya menyisakan jalan kecil untuk menuju ke rumah.

Wida menceritakan, musim hujan membuat penjualan tembakau tertunda. Ini dikarenakan tembakau susah untuk kering.

"Musim hujan itu memang berpengaruh besar, lama untuk menjualnya," ujar Wida.

Bila pada musim kemarau tembakau hanya butuh waktu satu bulan untuk kering, maka di musim hujan  waktu yang dibutuhkan lebih banyak dua sampai tiga kali lipat.

Para petani, menurut Wida, harus menjemur tembakau sampai tiga bulan agar tembakau kering.

"Kadang tiga bulan juga tak cukup, ini saja tembakau saya sudah dua bulan dijemur, masih hijau," ujar Wida.

Petani pun hanya bisa sabar dan menunggu tembakau-tembakau milik mereka kering, mesku harus menunggu berbulan-bulan

"Ya mau bagaimana lagi," ujar Wida.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved