Bawaslu Purwakarta Buka Lowongan untuk PTPS

Salah satu penyelenggara pemilu ini membuka untuk 2634 orang, sesuai dengan jumlah TPS yang ada di Purwakarta.

Bawaslu Purwakarta Buka Lowongan untuk PTPS
Tribun Jabar/Haryanto
Saat Ketua KPU Purwakarta, Ahmad Ikhsan Faturrahman dan Koordiv Pengawasan dan Hubal Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos menduduki kotak suara berbahan dasar dupleks di Gudang Logistik KPU Purwakarta di Jalan Kopi, Desa Ciwareng, Babakan Cikao, Purwakarta, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Mendekati hari pemilihan umum pada April 2019, Bawaslu Purwakarta membuka lowongan untuk menjadi pengawas tempat pemungutan suara (PTPS).

Salah satu penyelenggara pemilu ini membuka untuk 2634 orang, sesuai dengan jumlah TPS yang ada di Purwakarta.

Hal itu dilakukan jelaskan oleh Koordiv Pengawasan dan Hubal Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (2/2/2019).

"Akan dibuka lowongan ini pada pertengahan Pebruari nanti. Paling banyak untuk di Kecamatan Purwakarta kota, sebanyak 500 orang," kata Binos.

Petugas tersebut kata Komisioner Bawaslu kabupaten itu bekerja selama satu bulan atau 30 hari. 23 hari sebelum hari pencoblosan, dan tujuh hari setelah pencoblosan.

Binos menjelaskan PTPS bertugas untuk melakukan pengawasan di sekitar TPS. Khususnya saat pemilu berlangsung sesuai prosedur.

"Tugas utamnya memastikan proses pungut dan hitung di TPS berjalan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan," ucapnya.

Dia menjelaskan bahwa untuk bisa menjadi PTPS, ada sejumlah syarat yang perlu dipenuhi oleh calon petugas.

Calon petugas disyaratkan minimal berusia 25 tahun, berdomisili di sekitar TPSnya, berpendidikan minimal SMA.

Selain itu yang juga penting adalah, calon PTPS bukanlah anggota atau pengurus parpol, dan diwajibkan sehat jasmani dan rohani.

Pembukaan lowongan ini, kata dia merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk andil langsung dalam pesta demokrasi nanti.

Karenanya, PTPS ini sangat berperan dalam menentukan kualitas pemilu. Baik buruknya pemilu, khususnya pungut hitung ada di tangan PTPS.

"Harapan kami tentunya, semakin baik proses pemilunya, maka pemimpin yang lahir pun adalah pemimpin terbaik. Hasil tidak pernah mengkhianati proses," ujar dia menambahkan.

Penulis: Haryanto
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved