Tabloid Indonesia Barokah Sempat Ditahan di Kantor Pos Sumedang, Menumpuk Lantas Didistribusikan

Penahanan ribuan paket berisi tabloid tersebut, menurut Diky Mulyana, tidak mengganggu aktivitas pengiriman paket-paket lainnya.

Tabloid Indonesia Barokah Sempat Ditahan di Kantor Pos Sumedang, Menumpuk Lantas Didistribusikan
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Kepala Kantor Pos Sumedang, Diky Mulyana, menunjukkan paket tabloid Indonesia Barokah yang belum dikirim. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Selama ditahan beberapa hari, paket-paket berisi tabloid kontroversial Indonesia Barokah dipisahkan dan disimpan di ruangan tersendiri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Pos Kabupaten Sumedang, Diky Mulyana (45), ketika ditemui Tribun Jabar di Kantor Pos Sumedang, yang terletak di Jalan Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Kamis (31/1/2019).

"Kan ditahan hampir empat hari, jadi kami pisahkan dengan paket lainnya," ujar Diky Mulyana.

Penahanan ribuan paket berisi tabloid tersebut, menurut Diky Mulyana, tidak mengganggu aktivitas pengiriman paket-paket lainnya.

Ini karena paket-paket tersebut disimpan di ruang berbeda agar tak tercampur ataupun mengganggu jalannya paket lain.

"Ya hanya saja, jadi menumpuk saat kemudian diputuskan untuk didistribusikan saja," ujarnya.

Diky Mulyana mengatakan, beperapa pihak sebelumnya telah mendatangi kantor Pos Kabupaten Sumedang tersebut muntuk mengkonfirmasi pengiriman paket berisi tabloid tersebut.

Sebelumnya, tabloid Indonesia Barokah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Isi dari tabloid ini diduga menyudutkan salah satu pasangan capres-cawapres.(*)

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved