Soal 'Indonesia Barokah' yang Dikirimkan ke Sumedang, Pihak Pos Mengaku Tak Punya Hak Membuka Paket

Meski menjadi polemik di masyarakat, PT Pos ternyata tak bisa menahan apalagi membuka paket berisi tabloid kontroversial Indonesia Barokah.

Soal 'Indonesia Barokah' yang Dikirimkan ke Sumedang, Pihak Pos Mengaku Tak Punya Hak Membuka Paket
TRIBUN JABAR/SELI ANDINA MIRANTI
Kiai Odang Jamaludin menunjukkan Tabloid Indonesia Barokah yang diterima tiga minggu lalu ke pondok pesantren Nurul Iman, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Meski menjadi polemik di masyarakat, pihak kantor Pos ternyata tak bisa menahan apalagi membuka paket berisi tabloid kontroversial Indonesia Barokah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Pos Kabupaten Sumedang, Diky Mulyana (45), ketika ditemui Tribun Jabar di Kantor Pos Sumedang, Jalan Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Kamis (31/1/2019).

"Kami memiliki kewajiban mengantarkan setiap paket ke alamat tujuan," ujar Diky Mulyana.

Pihak pos, menurut Diky Mulyana, bisa saja menahan paket-paket tersebut di kantor pos bila ada permintaan dari pihak-pihak berwenang, kepolisian misalnya. Namun, penahanan atau pembukaan paket itu pun tak bisa dilakukan sembarangan, harus ada surat tertulis terlebih dahulu.

Kepala Kantor Pos Sumedang, Diky Mulyana, menunjukkan paket tabloid Indonesia Barokah yang belum dikirim.
Kepala Kantor Pos Sumedang, Diky Mulyana, menunjukkan paket tabloid Indonesia Barokah yang belum dikirim. (Tribun Jabar/Seli Andina Miranti)

"Tetapi lain lagi kalau penerima yang menolak paketnya, kami bisa menerima paket tersebut," ujar Diky Mulyana.

Bila sudah disampaikan ke penerima, lanjutnya, maka paket sepenuhnya terserah kepada penerima, apakah akan diterima, dikembalikan, dibakar, atau bahkan dibuang.

Sebelumnya, tabloid Indonesia Barokah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat.

Isi dari tabloid ini diduga menyudutkan salah satu pasangan capres-cawapres.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Yongky Yulius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved