Soal Eksekusi atas Vonis Bersalahnya, Buni Yani Diminta Tidak Cengeng

Menurut Aria Bima, hukuman penjara 18 bulan harus dijalani Buni Yani sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya sendiri.

Soal Eksekusi atas Vonis Bersalahnya, Buni Yani Diminta Tidak Cengeng
TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH
Direktur Program Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – Maruf Amin Aria Bima sedang menjawab pertanyaan wartawan dalam acara Temu Relawan Alumni Jerman Untuk 01 di Jakarta, Sabtu (26/1/2019). Acara tersebut bertujuan untuk memaksimalkan potensi dari alumni Jerman untuk memenangkan pemilihan presiden Joko Widodo dengan Maruf Amin pada periode 2019-2024 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Direktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima, meminta Buni Yani bersikap jantan menghadapi eksekusi atas vonisnya.

Menurut Aria Bima, hukuman penjara 18 bulan harus dijalani Buni Yani sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya sendiri.

"Ya, sudah lah Buni Yani, wong akibatnya Buni Yani, Ahok juga sudah berani. Yang jantan aja nggak usah terlalu cengeng!" kata Aria Bima saat ditemui di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Aria Bima juga meminta Buni Yani tak mendramatisir, menuding pemerintah otoriter terhadap kasus hukum yang ia jalani.

Sebab, kata Aria, pemerintah telah berlaku adil terhadap seluruh pihak.

"Nggak usah terlalu didramatisasi menjadi pemerintahan yang otoritarian, yang seolah-olah didzholimi," ujar dia.

Aria mengatakan, tak ada kriminalisasi hukum terhadap kasus Buni Yani.

Presiden Joko Widodo dalam hal ini juga tidak melakukan intervensi hukum.

Proses hukum yang diberlakukan oleh Buni Yani, kata dia, telah sesuai dengan standar hukum yang berlaku.

Proses hukum tersebut juga dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau oleh masyarakat.

Tudingan Buni Yani mengenai adanya kriminalisasi dinilai Aria tidak tepat.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved