Melalui Istrinya, Sopir Bus Maut Bima Suci Meminta Maaf Kepada Para Korban

Bus Bima Suci yang disopiri oleh Dede Suhaeri (40) itu mengalami kecelakaan di Tol Cipularang KM 70 yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia.

Melalui Istrinya, Sopir Bus Maut Bima Suci Meminta Maaf Kepada Para Korban
TRIBUN JABAR/HARYANTO
Kondisi Bus Bima Suci saat akan dievakuasi setelah sehari sebelumnya mengalami kecelakaan di Tol Cipularang KM 70, Purwakarta, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Yanti (38), istri pengemudi bus Bima Suci meminta maaf atas nama suaminya.

Bus Bima Suci yang disopiri oleh Dede Suhaeri (40) itu mengalami kecelakaan di Tol Cipularang KM 70 yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, Senin (28/1/2019).

Permintaan maaf dirinya itu ditujukan kepada banyak pihak, terutama kepada keluarga penumpang yang menjadi korban meninggal dunia.

Hal itu dia katakan saat menjenguk suaminya di sebuah ruangan di RS Rama Hadi, Jalan Raya Sadang-Subang, Ciwangi, Bungursari, Purwakarta pada Kamis (31/1/2019).

Sopir Bus Bima Suci yang Kecelakaan di Tol Cipularang Mengalami Patah Selangka dan Luka di Kepala

"Saya juga minta maaf sama penumpang yang nyawanya tidak tertolong, saya minta maaf atas kejadian ini. Saya juga enggak mau ada musibah seperti ini, suami saya juga enggak mungkin ada niatan sama sekali," kata Yanti sambil menahan air matanya.

Ia pun meminta doanya agar kondisi tulang punggung keluarganya itu bisa segera kembali pulih dari sakitnya. Sebab, diketahui Dede menjadi korban luka berat di tubuhnya pascakecelakaan pada Senin (28/1/2019) itu.

Dia mengalami patah tulang selangka atau bahu kanannya, serta luka-luka di bagian kepala, memar karena benturan di sekujur tubuhnya.

"Kondisinya masih kritis begini. Ya, mohon maaf saja. Bapak cerita padahal sebelum jalan di sudah kontrol kendaraan," ucapnya.

Ini Penyebab Kecelakaan Maut Bus Bima Suci di Tol Cipularang Menurut Kasatlantas Polres Purwakarta

Permintaan maaf yang sembari diikuti air mata yang menetes itu dikatakan tulus oleh Yanti setelah berbincang dengan suaminya yang masih terbaring sakit.

Dede menceritakan kepada istrinya bahwa saat kejadian stir bus mengarah ke kiri karena ban oleng dan tidak terkendali.

Kemudian dia melanjutkan setelah hilang kendali, bus bernopol A 7520 CS itu menabrak pembatas jalan hingga berakhir di parit

"Setir dibawa ke kanan tapi malah ke kiri, tapi akhirnya menabrak pembatas jalan, enggak bisa dikendalikan lagi, dari situ suami saya juga enggak tahu," ujar dia menambahkan.

Penulis: Haryanto
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved