Kesal Mati Lampu Sehari Bisa 5 Kali, Warga Cianjur Selatan Buat Petisi di Laman Change.org

Warga Cianjur selatan membuat petisi di laman Change.org. Kesal tiap hari mati lampu.

Kesal Mati Lampu Sehari Bisa 5 Kali, Warga Cianjur Selatan Buat Petisi di Laman Change.org
tribun jabar/taufik ismail
Tangkapan layar di laman Change.org tentang mengaktifkan Gardu Induk Tanggeung yang dibuat warga Cianjur selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Warga Cianjur selatan membuat petisi di laman Change.org. Mereka meminta PLN segera mengaktifkan gardu Tanggeung.

Permintaan warga didasari pelayanan listrik ke wilayah mereka yang tak maksimal. Mati lampu yang mereka sebut bray pet selalu terjadi setiap hari.

Dalam petisi tertulis, untuk meningkatkan pelayanan listrik di Cianjur Selatan, yang penggunaan semakin tinggi dan seringkali listrik padam karena faktor alam dan lainnya, karena terlalu jauhnya jangkauan jalur dari gardu induk, maka kami masyarakat Cianjur Selatan berharap PLN segera mengaktifkan gardu induk Tanggeung yang sudah dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal kelistrikan.

Hingga Kamis (31/2/2019) sudah 84 orang warga Cianjur selatan yang menandatangani petisi.

Nuroni (29), seorang warga Kampung Pasirhuni, Desa Cikadu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, mengatakan, pelayanan PLN sangat tak normal di wilayahnya.

"Ini sangat tidak normal, jika dibandingkan dengan wilayah lainnya, belum ada gardu terdekat di wilayah kami, utamanya di Desa Cikadu, Kecamatan Cikadu," katanya.

Ia mengatakan, dalam sehari bisa lebih dari 5 kali aliran listrik mati. Warga pun menganggap kejadian seperti ini sudah tidak aneh lagi.

"Seingat saya sejak 2013 masuk listrik kejadian seperti itu tidak ada perbaikan. Mengingat jalur listrik yang sangat panjang ini antara Cianjur kota hingga daerah pantai Cianjur Selatan belum diperlakukan secara khusus, harapan kami bisa membangun jalur sutet mungkin," katanya.

Ia mengatakan sangat dimungkinkan untuk dibangun saluran udara ekstra tinggi karena wilayah Cianjur selatan perlu penanganan itu terlebih akan dijadikan wilayah DOB.

"Akan banyak sekali fasilitas-fasilitas yang membutuhkan pasokan listrik yang stabil, misalkan kantor pemerintahan, rumah sakit, usaha mikro, dan sekarang juga banyak sekolah-sekolah yang akan melakukan ujian online yang pastinya memerlukan pasokan listrik yang stabil," katanya.

Ia mengatakan, tak terbayang jika sedang mengerjakan ujian mati listrik atau sedang melakukan operasi di rumah sakit, aliran listrik terputus.

"Saya berharap semoga para pemimpin masih memegang amanah yang rakyat berikan, baik pemerintahan daerah, hingga pusat," katanya.

Ia heran, pasalnya Cianjur ini masih Jawa Barat yang notabene masih dekat dengan ibu kota negara.

"Harapan saat ini segera gunakan gardu yang sudah dibangun di Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, mau menunggu apalagi, jangan sampai itu terbengkalai," ujarnya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved