Pimpinan Pontren di Sumedang yang Dikirimi 'Indonesia Barokah': Isinya Politis, Untuk Apa Dibaca?

Kiai Odang Jamaludin, mengaku tak tertarik membaca tabloid kontroversial Indonesia Barokah yang dikirimkan ke pondok pesantren yang dipimpinnya.

Pimpinan Pontren di Sumedang yang Dikirimi 'Indonesia Barokah': Isinya Politis, Untuk Apa Dibaca?
TRIBUN JABAR/SELI ANDINA MIRANTI
Kiai Odang Jamaludin menunjukkan Tabloid Indonesia Barokah yang diterima tiga minggu lalu ke pondok pesantren Nurul Iman, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman, Kiai Odang Jamaludin, mengaku tak tertarik membaca tabloid kontroversial Indonesia Barokah yang dikirimkan ke pondok pesantren yang dipimpinnya .

Alasannya, dikatakan Odang Jamaludi, tabloid tersebut nampak jelas bermuatan politik, apalagi mendekati momentuk pemilihan umum.

"Itu kan isinya politis, masalah politis, jadi ya untuk apa dibaca," ujar Odang Jamaludin di lokasi pesantren, Sumedang, Selasa (30/1/2019).

Odang mengaku tidak tertarik dan tidak mau ditarik dalam masalah politik jelang pemilihan umum.

Tabloid Indonesia Barokah yang Dikirim ke Ponpes di Sumedang, Tak Pernah Dibaca Pengurus Ponpes

Menurut pria yang menjabat sebagai Ketua MUI Cimanggung itu, dirinya berada di titik netral, tidak berpihak pada kubu manapun dalam perpolitikan.

"Kalau saya mah tidak mau ikut (berpihak ke kandidat) politik, kan istilahnya mau yang menang kubu yang mana pun tidak ada pengaruhnya juga untuk pondok pesantren," ujar Odang Jamaludin.

Odang pun menambahkan, dirinya mengaku kecewa bila pondok pesantren ditarik-tarik atau dibawa-bawa dalam masalah politik.

Begini Isi Tabloid Pembawa Pesan yang Muncul Setelah Tabloid Indonesia Barokah

Menurutnya, pondok pesantren adalah tempat untuk menimba ilmu agama, tak seharusya dikotori permainan politik.

Di Kabupaten Sumedang sendiri, diduga terdapat ribuan eksemplar tabloid Indonesia Barokah yang dikirimkan ke berbagai pondok pesantren.

Menurut data yang diterima Tribun Jabar, di Kecamatan Cimanggung saja terdapat temuan 105 eksemplar tabloid tersebut yang dikirimkan ke berbagai pondok pesantren dan masjid.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved