Cegah Anak Tantrum Melukai Diri Sendiri atau Orang Lain, Ini yang Harus Dilakukan

Bahaya dari tantrum agresif tak hanya untuk orang-orang di sekitar tetapi justru lebih besar untuk si anak itu sendiri.

Cegah Anak Tantrum Melukai Diri Sendiri atau Orang Lain, Ini yang Harus Dilakukan
Tribun Jabar/Seli Andina
Para guru SLB sedang mengajar siswa tingkat SD di SLB Bc Fadhilah, Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Tantrum atau ledakan emosi yang dialami anak, umumnya anak-anak berkebutuhan khusus dan autisme, tak hanya dengan berteriak.

Pada beberapa kasus, ledakan emosi tersebut disalurkan dengan cara yang lebih agresif dan berbahaya.

Bahaya dari tantrum agresif tak hanya untuk orang-orang di sekitar tetapi justru lebih besar untuk si anak itu sendiri.

Hal tersebut dijelaskan Ina (40), guru SLB Bc Fadhilah, ketika dihubungi Tribun Jabar, Rabu (30/1/2019).

"Kalau tantrumnya agresif itu bisa dengan menyakiti orang lain, merusak barang, atau bahkan menyakiti diri sendiri," ujar Ina.

Sebelum Kunihiro Yamashita, Ini Deretan Pemain Asal Jepang yang Pernah Bela Persib Bandung

Liga Buku Bandung Kembali Hadir, Beli Buku Segudang Tetap Irit Uang

Beberapa anak, Ina bercerita, saat mengamuk justru menyakiti diri sendiri semisal memukul-mukul kepala sendiri ataupun membentur-benturkan badan ke tembok.

Bila terjadi hal seperti itu, orang tua tak bisa tinggal diam. Anak yang mengamuk secara agresif harus segera ditenangkan.

"Hal pertama yang harus dilakukan adalah tangan si anak ditahan agar tidak menyakiti (diri sendiri dan orang lain)," ujar Ina.

Ina menganjurkan, tahan tangan anak perlahan, jangan langsung dipegang dengan kencang agar si anak tidak semakin memberontak dan terluka.


Setelah itu, berikan anak tersebut pelindung, agar kalaupun pegangan orangtua terlepas, anak tersebut terhidar dari cedera.

"Kalau suka mukul-mukul kepala, beri sarung tangan, ada kan sarung tangan yang empuk," ujar Ina.

Setelah itu, tenangkan anak dengan cara mendudukkan anak tersebut, bila anak dalam posisi duduk, dapat didekap hingga tak bisa banyak bergerak.

"Yang paling penting, saat anak agresif, kita jangan sampai terpancing emosi, karena kalau kita emosi, marah, atau sampai memukul si anak, nanti anaknya lebih agresif, orangtua harus tenang," ujarnya.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved