Startup Bandung

Sorot, Aplikasi yang Mewadahi Seluruh Pelaporan Masyarakat, dari Laporan Hoaks hingga Pungli

Aplikasi Sorot merupakan aplikasi yang mewadahi seluruh pelaporan masyarakat Indonesia, baik pelaporan hoaks, lalu lintas, pungli, dan sebagainya.

Sorot, Aplikasi yang Mewadahi Seluruh Pelaporan Masyarakat, dari Laporan Hoaks hingga Pungli
Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah
CEO dan Founder Sorot, I Made Ariya Sanjaya, saat ditemui Tribun Jabar di kantor Sorot, Jalan Jurang Nomor 31, Bandung, Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aplikasi Sorot merupakan aplikasi yang mewadahi seluruh pelaporan masyarakat Indonesia, baik pelaporan hoaks, lalu lintas, pungli, sampah, tunawisma, jalan rusak, kebakaran, kriminalitas, perizinan, lampu PJU, pedagang kaki lima, dan lain sebagainya.

Meski disetiap wilayah terdapat sarana khusus untuk pelaporan, kelebihan Sorot adalah menyoroti laporan di seluruh wilayah Indonesia.

"Masyarakat bisa melaporkan apa saja permasalahan di sekitarnya. Jadi kami penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, karena semua masalah ini hanya bisa ditindaklanjuti pemerintah. Sorot hanya sebagai platform atau wadah masyarakat dengan pemerintah," ujar CEO dan Founder Sorot, I Made Ariya Sanjaya, saat ditemui Tribun Jabar di kantor Sorot, Jalan Jurang Nomor 31, Kota Bandung, Senin (28/1/2019).

Awalnya, aplikasi tersebut pertama kali di-launching di Bekasi, diikuti oleh beberapa kota lainnya, yakni Sleman, Semarang, Tanggerang Selatan, dan Kabupaten Lankat.

Pembangunan Masjid di Gaza Butuh Rp 20 Miliar, Aplikasi Ini Siap Salurkan Donasi Masyarakat

Menurutnya, Kota Bandung masih belum responsif terhadap pelaporan dari Sorot, padahal kantor Sorot terletak di wilayah Kota Bandung.

Latar belakang pembuatan aplikasi ini berawal ketika mengerjakan ujian praktik dengan tema smart reporting di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada program studi informatika tahun 2010.

Sempat terabaikan, lalu kembali lagi dikembangkan mengenai smart city pada 2015 sebagai bahan kelulusan dirinya pada program doktoral.

"Awal mula penggunaan aplikasi pada 2016, saat itu yang pertama bekerja sama Pemkot Bekasi sampai sekarang. Pada 2017 barulah launching," ujar I Made Ariya Sanjaya.

Saat ini, aplikasi tersebut dapat digunakan di berbagai kota dan berprinsip bukan untuk kerja ama dengan pemerintah, melainkan mewadahi pelaporan dari masyarakat.

Kompetisi Hackaton 2019 Lahirkan 3 Pemenang Aplikasi Teknologi IP Weather

Halaman
12
Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved