Pilpres 2019

Komisioner KPU Jabar Klaim Debat Pilpres Perdana Bangkitkan Harapan Pemilih Muda, Ini Alasannya

Hal itulah yang disampaikan oleh Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi dan Pendidikan, Dr Idham Holik, saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (28/1/).

Komisioner KPU Jabar Klaim Debat Pilpres Perdana Bangkitkan Harapan Pemilih Muda, Ini Alasannya
instagram/prabowo
Prabowo Subianto joget jaipong saat debat perdana Pilpres 2019 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gelaran debat Pilpres 2019 perdana, diklaim oleh KPU, telah menghadirkan harapan baru atas bangkitnya gelombang muda.

Hal itulah yang disampaikan oleh Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi dan Pendidikan, Dr Idham Holik, saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (28/1/2019).

Menurut Idham, saat momentum kampanye debat capres dan cawapres pertama digelar, banyak kelompok atau komunitas pemilih muda yang menggelar nonton bareng (nobar).

"Misalnya Alifian Rizzalul Ahmada, seorang pemilik kafe di Jember, sengaja menggelar nobar debat tersebut dengan tujuan sebagai pembelajaran politik agar generasi milennial melek politik dan mengurangi golput," ujarnya.

Selain itu, ia merasa kebijakan KPU RI patut diapresiasi karena berupaya mengaktivasi partisipasi pemilih milennial dan pascamilenial melalui program Relawan Demokrasi (Relasi) di seluruh Indonesia.

Dari sepuluh segmen basis pemilih yang dijadikan target sosialisasi dan pendidikan pemilih, ada empat basis pemilih yang terkait dengan pemilih millennial dan pascamillenial, di antaranya basis pemilih pemula, muda, komunitas, dan warga internet.

Format Debat Pertama dan Kedua Pilpres 2019 Akan Berbeda, Ini Bedanya

Adapun Idham mengatakan, suksesnya program Relasi tersebut akan semakin baik jika para kandidat secara efektif meyakinkan pemilih milennial dan pascamllenial.

"Mengapa demikian? Karena di era personalisasi politik, praktik kampanye difokuskan pada kandidat," ujarnya.

Menurut Idham fenomena itu disebut dengan istilah candidate-centered campaign, yang selanjutnya melahirkan istilah candidate-based voting.

Halaman
12
Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved