Wawancara Khusus Liliyana Natsir Setelah Gantung Raket, Momen Tak Terlupakan sampai yang Dikangeni

Tak mungkin semua orang suka sama kita, pasti kan ada yang tidak suka. Tapi jadikan cambuk, motivasi, bahwa kita akan memberikan prestasi lebih.

Wawancara Khusus Liliyana Natsir Setelah Gantung Raket, Momen Tak Terlupakan sampai yang Dikangeni
PIPIT PUSPITA RINI/KOMPAS.COM
Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad memamerkan medali emas yang diraihnya di Olimpiade Rio 2016, Rabu (17/8/2016). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Liliyana Natsir alias Butet, menutup kariernya sebagai atlet bulutangkis secara manis kalau saja dirinya dan Tontowi Ahmad tampil konsisten saat menghadapi pasangan China, Zheng Siwei-Huang Yaqlong, di laga final Indonesia Masters 2019, Minggu (27/1/2019) kemarin.

Setelah menang di game pertama, Owi-Butet justru tampil menurun dan harus kehilangan game kedua. Padahal saat itu, Owi-Butet tengah unggul 18‑14, sebelumnya akhirnya Zheng-Huang melampauinya dan memaksa pertandingan ditentukan lewat rubber set.

Pada babak penentu ini, Owi-Butet terlihat tak berdaya menghadapi pasangan nomor satu dunia hingga menyerah pada skor 21‑16.

"Ya, kami agak menyayangkan, padahal kami sudah menang di game pertama dan di game kedua juga sudah unggul. Tapi saat 18‑14, kami banyak melakukan kesalahan dan mereka juga mainnya cepat," jelas Butet setelah laga.

Meski demikian, Butet mengaku tetap bersyukur, karena ia masih bisa merepotkan pasangan China tersebut di usianya yang tak lagi muda dan di akhir kariernya menjadi atlet bulutangkis.

"Hasil ini, saya tetap bersyukur ya, karena diusia saya yang sudah tidak muda lagi dan terakhir main, saya masih bisa merepotkan pasangan muda nomor satu dunia," kata Butet.

Lalu bagaimana kelanjutan Butet setelah pensiun dari dunia bulutangkis? Berikut petikan wawancara Tribun Network dengan Butet yang resmi gantung raket.

Setelah pensiun, apa yang Butet akan lakukan?
Ya, bisa bangun siang tapi tidak siang banget. Kalau siang juga pusing banget. Ya lebih rileks.Kalau biasanya alarm berbunyi langsung bangun cepat atau lagi nongkrong sama teman, lagi asyik, tapi harus pulang cepat. Mama mau kumpul keluarga yang komplet.

Kesibukan yang akan ditekuni?
Kalau kesibukan, saya mau fokus bisnis yang sudah saya jalani. Saya sudah jalani di properti, massage, dan nanti akan buat money changer (penukaran mata uang asing).

Selama menjadi atlet momen apa yang paling tak terlupakan?
Banyak ya, kalau prestasi saya bisa meraih kemenangan mulai dari All England, Juara Dunia, sampai medali emas Olimpiade 2016.

Ada kejadian yang membuat Anda terpuruk?
Ya itu waktu kejuaraan dunia 2015 di Indonesia. Karena saya menghadapi Zhang Nan-Zhao Yunlei, musuh bebuyutan, di set kedua 20‑18 dan saya kalah. Itu kesempatan kami sia‑siakan.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved