Selain Tabloid Indonesia Baru, Bawaslu Ciamis Pantau Peredaran Buletin Kaffah, Disebar ke Masjid

Selain Tabloid Indonesia Baru, Bawaslu Ciamis memantau peredaran buletin Kaffah yang disebar ke masjid-masjid.

Selain Tabloid Indonesia Baru, Bawaslu Ciamis Pantau Peredaran Buletin Kaffah, Disebar ke Masjid
TRIBUN JABAR/THEOFILUS RICHARD
Bawaslu Jabar menunjukkan media cetak kontroversial yang diduga memuat konten provokatif di Kantor Bawaslu Jabar, Jumat (25/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMISTabloid Indonesia Barokah yang kini menjadi sorotan dan mengundang kontroversi ternyata sempat beredar di 56 titik di 10 kecamatan Kabupaten Ciamis.

Dari pendataan yang dilakukan Bawaslu Ciamis, ada 56 pihak yang sudah menerima kiriman tabloid tersebut.

“Pihak yang menerima pengiriman tabloid tersebut di antaranya adalah pondok pesantren, DKM, dan pengelola madrasah. Jumlah eksemplar yang mereka terima juga bervariasi, ada 3, 2 bahkan hanya ada yang mendapat kiriman 1 eksemplar,” ujar Komisioner Bawaslu Ciamis, Jajang Miftahudin kepada Tribun Jabar, Minggu (27/1/2019).

Menyusul hebohnya peredaran Tabloid Indonesia Barokah pihak Bawaslu Ciamis sudah menugaskan Ppanwascam untuk memantau peredaran tabloid tersebut di daerah masing-masing dan mendata pihak yang sudah menerimanya.

Menurut laporan Panwascam, kata Jajang Miftahudin, setidaknya sudah ada 56 pihak di Ciamis yang menerima pengiriman tabloid tersebut, yang tersebar di 10 dari 27 kecamatan di Ciamis.

Sasaran pengiriman adalah pengurus pesantren, pengurus masjid, dan pengelola madrasah.

Pesantren, DKM dan madrasah yang menerima kiriman tabloid tersebut dicantumkan alamat yang jelas sampai RT/RW-nya.

Dari 56 pihak yang menerima kiriman Tabloid Indonesia Barokah paling banyak di Kecamatan Baregbeg (23 titik), Cisaga (13 titik), dan Panawangan (9 titik).

Pengiriman ke pihak penerima tidak hanya sekali, bahkan ada yang menerima dua kali pengiriman.

“Kami  sempat  menerima dua kali pengiriman. Tapi  (tabloid IB) itu sudah dibuang,” ujar KH M Syarif Hidayat, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasan Bolenglang Ciamis, pelaku sejarah longmarch santri Ciamis dalam aksi damai 212 kepada Tribun.

Menyusul hebohnya kehadiran Tabloid Indonesia Barokah Bawaslu Ciamis juga mengikuti pertemuan dengan Polres Ciamis, DMI, hingga PT Pos untuk menyikapi peredaran tabloid yang pengirimanya melalui PT Pos.

“Sekarang kami juga memantau peredaran buletin Kaffah yang disebar ke masjid-masjid,” ujar Jajang  Miftahudin kepada Tribun Jabar.

Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved