RSHS Bandung Gelar Program Pelatihan Perawatan Paliatif

RSUP Dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung mengadakan program pelatihan perawatan paliatif.

RSHS Bandung Gelar Program Pelatihan Perawatan Paliatif
web.rshs.or.id
Gedung RSHS Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - RSUP Dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung mengadakan program pelatihan perawatan paliatif.

Program ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker stadium akhir di Jawa Barat.

Penyelenggaraan paliatif akan dilaksanakan bertahap selama tiga tahun, mulai dari 2019 hingga 2021, yang terdiri dari enam semester.

Sebagai tahap awal penyelenggaraan pelatihan akan dimulai pada 28-30 Januari 2019 bertempat di Gedung Cardiac Center lantai tujuh.

Metode pelatihan pun beragam meliputi pemberian materi, diskusi, simulasi, dan pengelolaan kasus.

Pelatihan tersebut ditujukan bagi 66 tenaga kesehatan yang berasal dari berbagai rumah sakit di Jawa Barat, di antaranya RS Al-Ihsan, RS Borromeus, RS Cibabat, RS Gunung Jati, RS Kota Bandung, RS Kota Bogor, RS R Syamsudin, RS Sentosa Santosa, dan RS Waled.

Waspada, Pasien DBD di RSHS Bandung Melonjak 8 Kali Lipat

"Pelatihan ini setiap rumah sakut kirim empat, dokter, perawat, nutrisi, farmasi. Semua berhubungan, misalnya keperawatanya, nyerinya dari farmasi, nutrisinya, diharapkan bisa menangani paliatif," ujar Ketua tim paliatif RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dr. Gatot Nyarumenteng A. W, SpOG(K)-ONK, M.Kes, saat ditemui Tribun Jabar di RSHS, Jalan Pasteur, Bandung, Senin (28/1/2019).

Pelatihan ini bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Singapore International Foundation sebagai penyelenggara pelatihan perawatan paliatif bagi tenaga kesehatan.

"Di RSHS perawatan paliatif sudah berjalan hampir 8 tahun. Selain sebagai peserta juga pelatih, diharapkan paliatif meliputi homecare. Kita semua sudah jalan ke rumah-rumah keluarga pasien, tapi hanya Kota Bandung. BPJS belum mengcover perawatan paliatif, maka dari itu kita mau melatih ke bawah diharapkan memakai sistem kapitasi di faskes 1," ujar Gatot Nyarumenteng A.

Perawatan paliatif menangani pasien kanker stadium akhir yang sudah tidak bisa ditangani oleh obat.

Tak hanya itu, perawatan paliatif juga dapat dilaksanakan lebih dini, agar fisik, psikososial, dan spiritual pasien dapat diatasi dengan baik.

Menurut Gatot Nyarumenteng A, kendala perawatan paliatif ini adanya antrrean pasien paliatif di RSHS yang diakibatkan karena perawatannya tidak bisa dirumah.

"Banyak pasien kanker yang dirawat sudah tidak bisa diobatin, harusnya paliatif yang menangani. Penanganan paliatif itu harusnya di rumah. Hanya kendalanya masalah biaya. Kalau dia misal BPJS, kalau di rumah kan perlu diinfus, diberikan makanan tambahan, sedangkan biaya tidak ada . Akibatnya pasien paliatif di RSHS panjang," ujar Gatot Nyarumenteng A.

Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved