Pentingnya Perawatan Paliatif untuk Penderita Kanker, Harus Sedini Mungkin Jangan Sampai Terlambat

Penderita kanker di kalangan anak-anak terus meningkat. Perawatan paliatif sebaiknya sejak sedini mungkin.

Pentingnya Perawatan Paliatif untuk Penderita Kanker, Harus Sedini Mungkin Jangan Sampai Terlambat
Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah
Jumpa pers tentang perawatan paliatif di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perawatan paliatif bagi pasien kanker di Indonesia masih belum menyentuh kebutuhan pasien, terutama pada kondisi stadium lanjut atau fase paliatif.

Stadium lanjut atau fase paliatif membutuhkan prioritas pelayanan yang lebih diutamakan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Hal tersebut karena besarnya kebutuhan pasien, jumlah tenaga kesehatan yang terbatas, serta sarana pelayanan perawatan paliatif di Indonesia masih belum merata.

Pada stadium paliatif ini, pasien kanker tidak hanya mengalami masalah fisik seperti nyeri, sesak nafas, penurunan berat badan, gangguan aktivitas, tapi juga mengalami gangguan dukungan terhadap kebutuhan psikologis, sosial, dan spiritual.

Perawatan palitif adalah pelayanan kesehatan yang bersifat holistik dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai profesi, yang didasari bahwa setiap pasien berhak mendapatkan perawatan terbaik hingga akhir hayatnya.

Menurut Direktur Utama RSUP Hasan Sadikin, dr R Nina Susana Dewi SpPK(K) MKes MMRS, sebagai fasilitas kesehatan tingkat 3 yang menerima rujukan untuk pasien-pasien perawatan paliatif, saat ini jumlah penderita kanker meningkat.

Pasien kanker di RSHS pada 2016 terdapat 13.918 pasien kanker dewasa dan 2.381 pasien kanker anak yang dirawat inap.

Tahun 2017 terdapat 11.926 pasien kanker dewasa dan 2.102 pasien kanker anak yang dirawat inap.

"Pada 2018 ada peningkatan jumlah pasien, sebanyak 11.711 pasien kanker dewasa dan 17.090 pasien kanker anak yang dirawat inap. Data pasien paliatif tahun 2018 di RSUP Dr Hasan Sadikin sebanyak 86 pasien," ujar Nina Susana Dewi, saat ditemui Tribun Jabar di RSHS, Senin (28/1/2019).

Masyarakat menganggap perawatan paliatif hanya untuk pasien dalam kondisi kronis di mana pasien didiagnosis akan tak lama lagi meninggal.

Namun, konsep baru perawatan paliatif menekankan pentingnya perawatan paliatif sedini mungkin.

Hal tersebut ditujukan agar kondisi masalah fisik, psikolososial, dan spirutual pasien dapat diatasi dengan baik.

Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved