Kisah 9 Murid di Garut yang Harus Naik Rakit Menuju Sekolah, Musim Hujan Mereka Kadang Tak Sekolah

Mereka terpaksa naik rakit untuk pergi dan pulang sekolah. Di musim hujan ini, mereka kerap khawatir saat debit air bertambah.

Kisah 9 Murid di Garut yang Harus Naik Rakit Menuju Sekolah, Musim Hujan Mereka Kadang Tak Sekolah
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Murid MI Nurul Huda asal Kampung Pananggungan, Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan, harus naik rakit seperti ini saat pergi dan pulang sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sembilan orang murid MI Nurul Huda menyusuri jalan setapak pesawahan di Kampung Tegalkalapa, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.

Sambil menenteng sepatu, mereka menuju Sungai Cimanuk.

Penarik rakit di Sungai Cimanuk, Rizal (22), sudah menunggu para murid yang akan menyeberang menuju rumah mereka di Kampung Pananggungan, Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan.

Kaki kotor dari tanah sawah dibersihkan menggunakan air Sungai Cimanuk.

Saking sering menaiki rakit, anak-anak tersebut tak menampakkan raut muka ketakutan.

Padahal saat itu, air sungai sedang deras.

Di malam sebelumnya, air dari Sungai Cimanuk melimpas ke sawah warga.

Kesembilan murid tersebut sejak kelas 1 MI harus menyebrang Sungai Cimanuk menggunakan rakit untuk tiba ke sekolah.

Para siswa kelas 5 dan 6 itu tak banyak mengeluh.

Halaman
123
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved