Ini Cara Guru di SLB Bc Fadhilah, Jatinangor Tenangkan Anak yang Tantrum, Tak Asal Ambil Tindakan

Tantrum sendiri bisa diartikan sebagai ledakan emosi, di mana biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional.

Ini Cara Guru di SLB Bc Fadhilah, Jatinangor Tenangkan Anak yang Tantrum, Tak Asal Ambil Tindakan
Tribun Jabar/Seli Andina
Para guru SLB sedang mengajar siswa tingkat SD di SLB Bc Fadhilah, Senin (28/1/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Satu di antara beberapa hal yang membedakan guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan guru di sekolah umum adalah kesiapan mereka menghadapi tantrum.

Tantrum sendiri bisa diartikan sebagai ledakan emosi, di mana biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional.

Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya lebih mudah atau lebih sering mengalami tantrum karena kesulitan mengelola emosi mereka.

Penyebab tantrum, menurut Ina (40), guru kelas SLB Bc Fadhilah, pun berbeda-beda tiap anak.

"Berbeda-beda, misalnya ada anak yang tantrum karena terganggu, atau barang kesayangannya tanpa sengaja kita ambil," ujar Ina ketika ditemui Tribun Jabar di lokasi SLB di Kampung Mandalangu, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (28/1/2019).

SLB Bc Fadhilah, Sumedang Biasakan Muridnya Berinteraksi dengan Masyarakat, Ini Alasannya

Setiap guru, menurut Ina, memiliki trik yang berbeda-beda dalam menghadapi anak yang tantrum.

"Kalay saya, dibiarkan dulu mengeluarkan emosinya, tapi dipisahkan dengan yang lain untuk mencegah sikap agresif," ujar Ina.

Ina juga mengatakan, anak yang tantrum jangan ditinggalkan sendiri.

Sikap agresifnya, menurut Ina, tak hanya bisa menyakiti orang lain tetapi juga menyakiti diri sendiri.

"Itu yang bahaya, karena anak tantrum kadang tidak sadar bahwa dirinya membahayakan atau menyakiti dirinya sendiri," ujar Ina.

Bila sudah menyakiti diri sendiri ataupun orang lain, para guru biasanya audah sigap dan menjaga tangan bocah tantrum agar tidak agresif.

"Yang penting ditenangkan dulu," ujarnya.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved