Waspada DBD

Beberapa Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Endemik DBD, Peran Juru Pantau Jentik Dioptimalkan

Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya melihat ada beberapa kecamatan yang endemik DBD.

Beberapa Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Endemik DBD, Peran Juru Pantau Jentik Dioptimalkan
DOKUMENTASI KOMPAS
Waspada Nyamuk Demam Berdarah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada 6 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di awal tahun ini.

Sejauh ini belum ada korban meninggal akibat virus yang ditularkan nyamuk aedes aegypti tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi, mengatakan keenam pasien telah mendapat perawatan dari tenaga medis.

"Mereka telah dirawat di RS Singaparna Medika Citrautama (SMC) dan RSUD dr Soekardjo," kata Atang Sumardi saat dikonfirmasi, Senin (28/1/2019).

Enam pasien DBD merupakan warga dari Kecamatan Singaparna dan Kecamatan Jatiwaras.

Untuk wilayah endemik DBD di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Atang menyebut ada di beberapa kecamatan.

Di antaranya, Singaparna, Manonjaya, Jatiwaras, Cineam, dan Ciawi.

Kisah Petugas Juru Pemantau Jentik di Cirebon, Tiap Hari Berkeliling Kelurahan, Dibayar Rp 20 Ribu

"DBD ini memang kerap ditemukan saat musim penghujan seperti sekarang. Genangan air ini, kan, yang menjadi sarang berkembangbiaknya jentik nyamuk itu," kata Atang Sumardi.

Sebagai pencegahan bertambahnya pasien DBD, Atang Sumardi mengatakan pihaknya melaksanakan berbagai upaya.

Selain melakukan pengasapan atau fooging di lokasi endemik DBD, pihaknya pun mengoptimalkan peran juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap puskesmas.

"Setiap kecamatan itu ada dua petugas jumantik yang setiap hari kami kirim ke rumah-rumah warga untuk memantau keberadaan jentik nyamuk. Selain itu fogging juga kami lakukan," tuturnya.

Pihaknya juga menggencarkan sosialisasi pemberentasan sarang nyamuk (PSN).

"Kami gencarkan terus kepada warga agar selalu rutin menguras bak air, lalu mengubur sampah yang bisa menampung air, kemudian menutup air di mana jentik nyamuk bisa berkembang," kata Atang Sumardi.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved