Camat Cimanggung Akui Kesulitan Tertibkan PKL, "Di Sumedang Kota pun PKL Sulit Ditertibkan"

Camat Cimanggung Herry Harjadinata mengaku kesulitan tertibkan PKL di Jalan Raya Bandung-Garut. "Di Sumedang kota pun PKL sulit ditertibkan," katanya.

Camat Cimanggung Akui Kesulitan Tertibkan PKL,
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Dua remaja putri olah raga pagi di Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Minggu (27/1/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kecamatam Cimanggung, Kabupaten Sumedang, mengaku kesulitan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang trotoar Jalan Raya Bandung-Garut.

Camat Cimanggung, Herry Harjadinata, mengatakan, keberadaan PKL di trotoar Jalan Raya Bandung-Garut semakin menjamur, meski beberapa kali telah ditertibkan.

Setelah beberapa kali ditertibkan, kata Herry Harjadinata, beberapa hari kemudian para PKL kembali datang menggelar dagangan di trotoar jalan.

Beberapa di antaranya bahkan membuat bangunan semi permanen.

"Karena kewenangan dari berbagai pihak, jangankan di Cimanggung, di Sumedang kota pun, PKL sulit ditertibkan," kata Herry Harjadinata melalui sambungan telepon, Minggu (27/1/2019).

Ia menambahkan, sebagian besar pedagang di sepanjang trotoar jalan, merupakan warga pendatang dan kerap membandel saat diminta untuk meninggalkan trotoar oleh petugas.

"Selain itu, kami juga sulit, karena bila tertibkan akan direlokasi ke mana. Kalau di lahan pabrik itu tidak mungkin," kata Herry Harjadinata.

Kios-kios di trotoar Jalan Raya Bandung-Garut di Kecamatan Cimanggung, dapat ditertibkan sehingga trotoar kembali berfungsi untuk pejalan kaki, Minggu (27/1/2019).
Kios-kios di trotoar Jalan Raya Bandung-Garut di Kecamatan Cimanggung, dapat ditertibkan sehingga trotoar kembali berfungsi untuk pejalan kaki, Minggu (27/1/2019). (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Sejumlah warga yang tengah melakukan aktivitas olahraga lari pagi, mengeluhkan keberadaan deretan kios pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Menurut pantauan Tribun Jabar, Minggu (27/1/2019), deretan kios tersebut dibangun di atas trotoar yang belum lama dibangun dan memakan hampir semua bagian trotoar.

Sebagian besar kios yang dibangun di atas trotoar jalan, dibangun menggunakan lembaran papan triplek menyerupai bangunan permanen, lengkap dengan terpal plastik sebagai atap.

Akibatnya, warga yang saat itu tengah melakukan aktivitas lari pagi di seputaran Jalan Raya Bandung-Garut, terpaksa berlari di bahu jalan berdampingan dengan kendaraan, karena terhalangi deretan kios.

Seorang warga, Ahmad Rizaldi (22), mengaku kesulitan saat melakukan aktivitas lari pagi, lantaran dipaksa mengalah oleh sejumlah orang yang dengan sengaja mendirikan kios di atas fasilitas publik.

"Tidak apa-apa kalau berjualan, itu kan hak. Tapi kalau membangun di tempat yang bukan seharusnya jadinya menganggu," kata Rizaldi kepada Tribun Jabar di Jalan Raya Bandung-Garut, Minggu (27/1/2019).

Warga Berharap PKL di Trotoar Jalan Raya Bandung-Garut Dapat Ditertibkan

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved