Desa Dangdeur jadi Desa Kelima di Purwakarta yang Bebas Narkoba

Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta adalah desa kelima yang menjadi Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) di Purwakarta.

Desa Dangdeur jadi Desa Kelima di Purwakarta yang Bebas Narkoba
tribunjabar/haryanto
warga Desa Dangdeur mendeklarasikan desanya bersih dari Narkoba (Bersinar), Sabtu (26/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta adalah desa kelima yang menjadi Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) di Purwakarta.

Kasat Narkoba Polres Purwakarta, AKP Heri Nurcahyo menyebutkan Desa Bersinar bisa terwujud jika komunikasi terjalin intensif antara warga dan pihak kepolisian.

Hal itu dikatakannya usai menjadi saksi deklarasi Desa Dangdeur menjadi Desa Bersinar, Sabtu (26/1/2019).

"Desa ini, bukan kami yang pilih, tapi ini hasil inisiatif masyarakat desanya sendiri yang meminta dan mengajukan kepada polres Purwakarta," kata Heri.

Sebelum desa yang terletak di kecamatan Bungursari itu, ada empat desa yang telah menyatakan desanya bersih dari peredaran narkoba.

Keempat desa tersebut ialah Desa Karyamekar, Cikadu, Cibatu di Kecamatan Cibatu dan satu desa di Kecamatan Wanayasa yaitu Desa Legokhuni.

Menjelang Magrib, Jemaah Diimbau Sudah Punya Wudhu Sebelum Memasuki Stadion GBLA

Ia pun menyebut bahwa diharapkan masyarakat dan pemerintah desa antusias dan memiliki kesadaran untuk menjadi desa bersinar juga.

Sebelum melakukan deklarasi, Heri pun menjelaskan mengenai bahaya, jenis, ciri-ciri dan apapun terkait narkoba dan psikotropika.

"Masyarakat dibikin tahu dulu oleh kita, jenisnya, contohnya, efeknya, termasuk ciri-cirinya. Sehingga nanti masyarakat bisa mendeteksi secara dini, diri sendiri, keluarga dan lingkungannya apabila ada pengguna atau pengedaran narkoba," ucapnya.

Sementara itu, mewakili masyarakat Kades Dangdeur, Tatang Tarana berharap di wilayah tidak ada peredaran maupun pengguna narkoba jenis apapun.


Dirinya bersyukur dengan adanya sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Satnarkoba Polres Purwakarta di daerahnya.

Sebab, dia mengaku masih banyak warga yang belum mengetahui secara langsung bentuk, ciri-ciri, dan bahaya dari penggunaan narkoba.

"Banyak yang belum tahu, Alhamdulillah tadi Pak Heri memperlihatkan dan menjelaskan langsung apa itu psikotropika dan narkoba. Masyarakat jadi jelas dan mengetahui bahaya narkoba dari ahlinya," ucapnya menambahkan.

Penulis: Haryanto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved