Beberapa ASN di Sumedang Tidak Netral, Bawaslu Ingatkan ASN untuk Jaga Netralitas

Pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh ASN, yakni menunggah gambar calon legislatif atau calon presiden dan wakil presiden.

Beberapa ASN di Sumedang Tidak Netral, Bawaslu Ingatkan ASN untuk Jaga Netralitas
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Sumedang, Mamun. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumedang memgimbau kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten Sumedang untuk menjaga netralitas.

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Sumedang, Ade Sunarya, mengatakan, pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh ASN, yakni menunggah gambar calon legislatif atau calon presiden dan wakil presiden.

"Terlebih, saat ini kan menjelang pemilu 2019," kata kata Ade saat ditemui di Kantor Bawaslu Sumedang, Jalan Raden Suyud, Kabupaten Sumedang, Jumat (25/1/2019).

Ade mengatakan, alasan para ASN yang mengunggah gambar peserta pemilu 2019, karena alasan ketidaktahuan, sehingga menanggap hal tersebut adalah sebuah bentuk kewajaran.

"Alasannya cuma share saja katanya, tidak bermaksud lain. Dalam Undang-undang (UU) ASN nomor 5 tahun 2014 tentang netralitas, dijelaskan, seharusnya ASN bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan partai politik," katanya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu ASN di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang, terbukti melanggar netralitas, karena mendukung salah satu calon anggota legislatif.

3 Warga Nigeria Dipidana Denda Rp 3 Juta, Satu Mengaku sebagai Pemain Bola

ASN yang terbukti melakukan pelanggaran netralitas tersebut, yakni Dadang Nurholis (49), penyuluh agama di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, yang dibawahi Seksi Bimas Islam Kemenag.

Dadang terbukti membagikan bahan kampanye berbentuk gambar dimedia sosial, yang mana mengajak untuk memilih salah satu pasangan calon anggota legislatif DPR RI daerah pemilihan Sumedang, Majalengka, dan Subang.

Kemudian, pelanggaran netralitas tersebut pun dilakukan oleh salah satu pegawai kepala UPTD dinas di Pemerintahan Kabupaten Sumedang.

Pelanggaran yang oleh ASN tersebut, yakni mengunggah gambar ajakan untuk memilih salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, disertai tagar kampanye.

Kasus Pencabulan Guru Les Privat di Bandung, KPAI Minta Agar Korban Direhabilitasi Secara Tuntas

3 Besar Calon Kadis dan Kabiro di Pemprov Jabar akan Dinilai oleh KPK

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved