Bawaslu Serahkan Sanksi Terhadap PPS Gunung Kuning Majalengka yang Langgar Kode Etik ke KPU

Adhe Doy dinyatakan melanggar kode etik sebagai penyelenggara pemilu setelah mengomentari unggahan akun Facebook

Bawaslu Serahkan Sanksi Terhadap PPS Gunung Kuning Majalengka yang Langgar Kode Etik ke KPU
Tribun Jogja
facebook 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Bawaslu Kabupaten Majalengka menyerahkan pemberian sanksi terhadap Adhe Doy, anggota PPS Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Adhe Doy, yang terbukti melanggar kode etik ke KPU Kabupaten Majalengka.

Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, Agus Asri Sabana, mengatakan, hal itu dikarenakan Adhe Doy merupakan penyelenggara pemilu di bawah KPU.

"Karena terlapornya anggota PPS, jadi dilimpahkan ke KPU untuk menjatuhkan sanksinya," kata Agus Asri Sabana melalui sambungan teleponnya, Jumat (25/1/2019).


Ia mengatakan, Adhe Doy ditetapkan bersalah pada rapat pleno yang dilaksanakan pada Rabu (23/1/2019).

Namun, saat itu diputuskan bahwa mengenai pemberian sanksi terhadap Adhe dikembalikan ke KPU Kabupaten Majalengka.

"Sudah diserahkan KPU, kami hanya memutuskan pelanggarannya," ujar Agus Asri Sabana.

Kemenag Kabupaten Sumedang Benarkan Salah Satu ASN-nya Langgar Netralitas, Tak Dihukum?

Adhe Doy dinyatakan melanggar kode etik sebagai penyelenggara pemilu setelah mengomentari unggahan akun Facebook, Rona Mangkalangan, yang diduga bagian dari Rona Firmansyah, Caleg DPR RI dari PAN.

Saat itu, menurut dia, Adhe menuliskan komentar "tong dipilih" (jangan dipilih).

"Komentar itu kemudian dilaporkan warganet dan kami langsung tindak lanjuti," kata Agus Asri Sabana.

Komentar Tong Dipilih di Facebook, Anggota PPS Gunung Kuning Majalengka Dilaporkan ke Bawaslu

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved