ASN dari Berbagai Kota/Kabupaten di Jabar Lolos Tahap Akhir Seleksi Terbuka 14 Jabatan Pemprov Jabar

ASN dari berbagai kabupaten/kota bahkan provinsi lolos tahap akhir seleksi terbuka 14 jabatan pimpinan tinggi pratama Pemprov Jabar.

ASN dari Berbagai Kota/Kabupaten di Jabar Lolos Tahap Akhir Seleksi Terbuka 14 Jabatan Pemprov Jabar
Tribun Jabar/ theofilus Richard
Kepala Badan Kepegawaian Daerah sekaligus Ketua Panitia Seleksi Lelang JPT, Yerry Yanuar, dan Kepala Sekretariat Panitia Seleksi Lelang JPT, Dedi Mulyadi, di Gedung Sate, Jumat (25/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tidak hanya aparatur sipil negara (ASN) dari internal Pemerintah Provinsi Jabar, ASN dari berbagai kabupaten kota, bahkan provinsi lain lolos tahap akhir seleksi terbuka pengisian 14 jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Di antara 42 nama ASN yang lolos pada tahap akhir, beberapa di antaranya berasal dari instansi selain Pemerintah Provinsi Jabar. Mereka tinggal menjalani seleksi akhir, yakni wawancara dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Contohnya, Akhmad Budiharto yang merupakan Perencana Madya Bappeda Kabupaten Indramayu yang mengikuti seleksi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar.

Ada  juga Hery Antasari yang merupakan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Bandung, yang mengikuti seleksi Kepala Dinas Perhubungan Jabar.

Kepala Bagian Kerjasama pada Sekertariat Daerah Kota Bandung, Dodit Ardian Pancapana pun mengikuti seleksi Kepala Dinas Sumber Daya Air Jabar.

Masih dari Kota Bandung, Kepala DP3APM Pemerintah Kota Bandung, Dedi Supandi, melamar sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar.

Hendra Trismayadi sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat dan Natsir Alwi sebagai Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Garut pun ikut melamar sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar.

Een Rukmini sebagai Kepala Bagian Hukum Setda Sukabumi dan Novy Hasbhy Munnawar sebagai Kepala Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sekretariat Daerah Pemerintah Daerah Kota Bogor, melamar untuk menjadi Kepala Biro Hukum dan HAM.

Rahmat Hidayat sebagai Kepala Bagian dan Barjas Setda Kota Bogor ikut melamar sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol diperebutkan Dodin Rusmin Nuryadin, Kepala Bidang Pendidikan Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Hermansyah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah  Provinsi Kalimantan Selatan, dan Hilmi Rivai, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Tasikmalaya.

Posisi Dinas Komunikasi dan Informatika diperebutkan Asep Saepuloh, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat; Raden Waluyo Sukarsono, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, Perindustrian Kabupaten Purwakarta; dan Setiaji, Kepala Unit Pengelolaan Jakarta Smart City pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Provinsi DKI Jakarta.

Seleksi wawancara dengan Gubernur Jabar dilakukan pada 21-22 Januari 2019 dan pengumuman hasil seleksi diumumkan 24 Januari 2019.

Panitia seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Intelejen Negara (BIN), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk memastikan para peserta seleksi yang lolos ke tahap tiga besar terbebas dari berbagai masalah hukum.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat Yerry Yanuar mengatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta panitia seleksi untuk mengkonsultasikan nama tiga besar peserta dari masing-masing dinas atau organisasi perangkat daerah yang lolos dengan KPK, BIN, dan PPATK.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved