Tahun Ini, Crown Group Segera Beri Kejutan Bagi Pencari Hunian Apartemen di Indonesia

Crown Group perusahaan swasta terbesar yang berbasis di Sydney Australia akan membangun apartemen di kawasan Ancol pada tahun 2019.

Tahun Ini, Crown Group Segera Beri Kejutan Bagi Pencari Hunian Apartemen di Indonesia
TRIBUN JABAR/TIAH SM
General Manager Strategic and Corporate Communication Indonesia - Crown International Holdings, Bagus Sukmana saat menjelaskan rencana pembangunan apartemen di sebuah hotel, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (24/01/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Crown Group perusahaan swasta terbesar yang berbasis di Sydney Australia akan membangun apartemen di kawasan Ancol pada tahun 2019.

Proyek properti pertama di Indonesia bagi Crown Group ini diperkirakan akan menelan biaya pembangunan senilai Rp 8,7 triliun.

"Ini proyek pertama di Indonesia sebagai kejutan di tahun 2019 bekerjasama dengan BUMD DKI Jakarta dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk," ujar General Manager Strategic and Corporate Communication Indonesia - Crown International Holdings, Bagus Sukmana kepada sejumlah awak media di sebuah hotel, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (24/01/2019).

Menurut Bagus dipilihnya kawasan Ancol, karena punya potensi besar untuk menjadi kota tepi pantai berkelas dunia dan sudah memiliki kelengkapan ekologi kota seperti pelabuhan bisnis, pusat belanja, dan rencana pengembangan Mass Rapid Transit (MRT).

Diharapkannya hunian berkelas dunia ini juga mampu menarik warga Kota Bandung dan sekitarnya untuk dapat memilikinya, sebagai hunian sementara selama bekerja atau untuk keperluan pendidikan.

Rencana proyek pembangunan apartemen di Ancol tersebut, kata Bagus, sebagai upaya mewujudkan mimpi terpendam dari pendiri yang juga CEO Crown Group  (Iwan Sunito) untuk bisa membangun menara hunian ikonik di tanah kelahiran.

“Menara hunian dengan konsep sea front bergaya resort yang akan menjadi kawasan beach club pertama di Ancol, Jakarta, akan didesain oleh arsitek kelas dunia, Koichi Takada yang mendesain Infinity by Crown Group di Sydney Australia," kata Bagus.

Bagus menegaskan, pihaknya tidak akan memasarkan apartemen sebelum ada izin membangun.

Tahap pertama yang dipasarkan, setelah ada izin membangun, adalah apartemen tingkat rendah atau low rise tepi pantai dengan jumlah 200-300 unit.

Halaman
12
Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved