Ribuan Khobz Penuhi Panganan Pengungsi Suriah Setiap Hari

Meski masih anak-anak, budaya mengantre yang diterapkan Tim ACT pun selalu dipatuhi oleh mereka, demi mendapat dua kantong khobz (roti khas Suriah)

Ribuan Khobz Penuhi Panganan Pengungsi Suriah Setiap Hari
Istimewa
Indonesia Humanitarian Center Aksi Cepat Tanggap di Idlib, salah satu provinsi di sebelah utara Suriah, Sabtu (19/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, SURIAH- Pagi sedang dingin, sekitar 13 derajat Celsius. Kala itu, tampak anak-anak pengungsi Suriah sedang berada luar rumahnya dengan pakaian hangat yang membalut tubuhnya.

Mereka bukan sedang di perjalanan menuju sekolah atau bermain bersama, melainkan sedang berada di depan sub gudang Indonesia Humanitarian Center Aksi Cepat Tanggap di Idlib, salah satu provinsi di sebelah utara Suriah, Sabtu (19/1/2019).

Terbiasa datang ke sub gudang IHC, anak-anak pengungsi Suriah pun terbiasa dengan ritme pendistribusian. Datang ke sub gudang IHC, mereka tak pernah lupa untuk membawa kupon yang telah dibagikan sebelumnya.

Meski masih anak-anak, budaya mengantre yang diterapkan Tim ACT pun selalu dipatuhi oleh mereka, demi mendapat dua kantong khobz (roti khas Suriah) untuk satu kupon yang ditukarkan.

Sub gudang IHC ini beroperasi setiap hari. Biasanya sejak pagi, ribuan helai khobz telah tersusun rapi di dalam gudang, sampai para pengungsi datang untuk mengambilnya.

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response memaparkan, ACT lewat program IHC secara rutin menyediakan 16.800 helai khobz per hari.

Pertamina MOR III Pasok BBM dan Pelumas di Lingkungan Polda Jabar

SUN Education Bandung International Education Expo Januari 2019, Pameran Pendidikan Terlengkap

Indonesia Humanitarian Center Aksi Cepat Tanggap di Idlib, salah satu provinsi di sebelah utara Suriah, Sabtu (19/1/2019).
Indonesia Humanitarian Center Aksi Cepat Tanggap di Idlib, salah satu provinsi di sebelah utara Suriah, Sabtu (19/1/2019). (Istimewa)

Lalu, khobz akan didistribusikan ke para pengungsi di Idlib, Killi, Hazano di dalam Suriah, sampai ke Reyhanli di perbatasan Turki dan Suriah

“Satu kupon untuk satu keluarga. Jadi, setiap keluarga pengungsi mendapat 14 khobz per hari, itu untuk memenuhi kebutuhan makan siang sekaligus makan malam mereka,” kata Faradiba. 

Sejak awal perang sipil, berbagai persoalan dirasakan jutaan pengungsi Suriah, termasuk anak-anak yang juga terkena dampaknya.

Tak jarang dari mereka harus tinggal di tenda pengungsian atau rumah tanpa jendela juga atap apalagi Suriah tengah memasuki musim dingin, dan mereka tak punya alat penopang yang mampu menghalau rasa dinginnya.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved