Warga Datangi Polres Tasikmalaya Kota, Minta Tutup Galian Pasir Ilegal

Sejumlah warga Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam lembaga publik centre mendatangi Markas Polres Tasikmalaya Kota

Warga Datangi Polres Tasikmalaya Kota, Minta Tutup Galian Pasir Ilegal
tribunjabar/isep heri
Warga mendatangi Polres Tasikmalaya Kota 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Sejumlah warga Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam lembaga publik centre mendatangi Markas Polres Tasikmalaya Kota, Rabu (23/1/2019) siang.

Kedatangan sejumlah warga tersebut untuk menyatakan dukungan kepada kepolisian untuk menertibkan aktivitas galian pasir yang marak terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya.

Warga yang datang diterima langsung oleh Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febry Kurniawan Maruf. Warga pun menyampaikan aspirasi mereka melalui audiensi.

Direktur Executive Lembaga Publik Centre, Agung Zulfian mengatakan warga sekitar galian pasir di Kota Tasikmalaya berharap segera ada penindakan terhadap galian pasir ilegal yang meresahkan warga.

"Kami berharap segera ada upaya penertiban yang terukur dan bertanggung jawab dari aparat penegak hukum terkait galian C yang marak dan ilegal" kata Agung saat ditemui.

Menurutnya, perlu ada tindakan yang tepat agar permasalahan galian pasir ini tidak menimbulkan permasalahn lain di kemudian hari.

Spanduk Terlanjur Dipasang dan 1.600 Paket Nasi Kebuli Sudah Dipesan, Abu Bakar Baasyir Batal Bebas

Dorongan diberikan kepada kepolisian sebagai penegak hukum dilakukan karena aktivitas tambang saat ini sudah sangat dirasakan efeknya oleh masyarakat.

"Warga tentu sangat merasakan dampak maraknya aktivitas galian C, bisa dilihat saat ini Tasikmalaya begitu gersang, sering terjadi bencana kekeringan, dan masih banyak lagi kerugian terbesar kami hilangnya daerah resapan air," tuturnya.

Agung Zulfian menyebut ada 5 faktor yang mendorong perlu adanya penindakan yang diharapkan segera dilakukan.

Adapun 5 faktor membuat perlunya ada penertiban terhadap aktivitas galian pasir ilegal di antaranya, ada penyalahgunaan wewenang, kerugian negara, mengundang bencana alam, kejahatan tambang, serta kejahatan tata ruang (penyempitan ruang).

Siapa yang Akan Jadi Starter Persib Bandung Hadapi Persiwa Wamena? Yaya Sunarya Beri Bocoran

"Maraknya galian paair ilegal ini juga sangat dipengaruhi fungsi pengawasan yang tidak sesuai perundang-undangan," ujarnya.

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Febry Kurniawan Ma'ruf menyatakan sangat mengapresiasi aspirasi yang disampaikan masyarakat, dan akan segera merumuskan upaya tepat terkait hal ini.

"Kami menerima aspirasi, kami tampung, akan kami akomodir, tentunya kami akan melakukan upaya-upaya dengan pemerintah, koordinasi dengan dinas terkait diperlukan," katanya.

"Kami akan lakukan pengecekan, memastikan terhait hal-hal yang berkaitan perizinan, koordinasi dengan pemerintah daerah. Mudah-mudahan bisa dalam waktu dekat," ujar Febry.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved