Jengah Banyak Tambang Pasir Ilegal yang Merusak Lingkungan, Warga Harap Pemkot dan Polisi Bergerak

Sejumlah warga sudah merasakan jengah terhadap maraknya aktivitas galian atau tambang pasir ilegal yang ada di Kota Tasikmalaya.

Jengah Banyak Tambang Pasir Ilegal yang Merusak Lingkungan, Warga Harap Pemkot dan Polisi Bergerak
TRIBUN JABAR/ISEP HERI HERDIANSAH
Satu di antara lokasi penggalian pasir yang ada di Kota Tasikmalaya, Kamis (17/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR ID, TASIKMALAYA - Sejumlah warga sudah merasakan jengah terhadap maraknya aktivitas galian atau tambang pasir ilegal yang ada di Kota Tasikmalaya.

Warga sekitar lokasi tambang pasir ilegal berharap ada tindakan pasti dari Pemerintah Kota Tasikmalaya atau polisi untuk menutup aktivitas yang telah merusak lingkungan tersebut.

Satu di antara elemen masyarakat yang menampung aspirasi keresahan warga terhadap galian pasir ilegal diwadahi melalui lembaga public centre.

Direktur executive Lembaga Publik centre, Agung Zulfian mengatakan sejauh ini pihaknya telah menyampaikan aspirasi mereka ke dinas PUPR Kota Tasikmalaya dan kepolisian.

Menurutnya pemerintah daerah perlu ada pendataan terlebih dahulu mengenai perusahaan tambang mana saja yang berizin dan tidak berizin.

Pendataan tersebut diperlukan agar dalam penindakannya jelas, sehingga efek kerusakan lingkungan yang dirasakan warga tidak semakin meluas.

"Warga tentu sangat merasakan dampak maraknya aktivitas galian C, bisa dilihat saat ini Tasikmalaya begitu gersang, sering terjadi bencana kekeringan, dan masih banyak lagi kerugian terbesar kami hilangnya daerah resapan air," tutur Agung, Rabu (23/1/2019).

Agung Zulfian menyebut ada 5 faktor yang mendorong perlu adanya penindakan yang diharapkan segera dilakukan.

Adapun 5 faktor membuat perlunya ada penertiban terhadap aktivitas galian pasir ilegal di antaranya, ada penyalahgunaan wewenang, kerugian negara, mengundang bencana alam, kejahatan tambang, serta kejahatan tata ruang (penyempitan ruang).

"Kami berharap segera ada upaya penertiban yang terukur dan bertanggung jawab dari aparat penegak hukum terkait galian C yang marak dan ilegal" kata Agung.

Meski wewenang mengenai tambang saat ini di provinsi, publik centre sangat menantikan gerakan dari pemkot dan kepolisian Kota Tasikmalaya untuk mendorong penertiban galian C di Kota Tasikmalaya.

Warga Datangi Polres Tasikmalaya Kota, Minta Tutup Galian Pasir Ilegal

Walhi Jabar Menilai Aktivitas Galian Pasir Ilegal di Tasikmalaya Sebagai Tindak Pidana



Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved