Banjir Bandang Menerjang Gowa Sulawesi Selatan, 7 Kecamatan Terendam

Dari data yang didapatkan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga pukul 14.40 WITA, aliran sungai yang berhulu di Bili-bili mengakibatkan banjir

Banjir Bandang Menerjang Gowa Sulawesi Selatan, 7 Kecamatan Terendam
Istimewa
Tim ACT sedang bersama tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga mengevakuasi warga yang terdampak banjir bandang di Gowa, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNJABAR.ID, GOWA- Debit air di Bendungan Bili-bili yang ada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/2019) sore terpantau meningkat permukaan airnya.

Ketinggian air di bendungan terbesar di Sulawesi Selatan itu mencapai 101,36 meter. Meningkatnya ketinggian air di bendungan yang luasnya mencapai lebih dari 40 ribu hektare ini akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.

Tim operasional Bendungan Bili-Bili Hamzah, seperti dilansir dari Tribungowa.com mengatakan, status siaga baru akan diberikan jika ketinggian permukaan air mencapai di titik 103 meter.

Warga diminta tetap tenang dan terus meningkatkan kewaspadaan karena cuaca yang masih sering turun hujan. 

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan Bendungan Bili-Bili kini masuk status waspada. Pembukaan pintu air untuk mengurangi ketinggian air dilakukan.

“Akan berdampak banjir dan diimbau kepada masyarakat yang ada di sekitaran aliran sungai dari Bili-Bili untuk mengungsi,” katanya, Selasa (22/1/2018).

ACT dan Relawan Gabungan Bantu Korban Bencana Angin Puting Beliung di Rancaekek

ACT Berangkatkan 10 Relawan Terbaik Umrah

Tim ACT sedang bersama tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga mengevakuasi warga yang terdampak banjir bandang di Gowa, Sulawesi Selatan.
Tim ACT sedang bersama tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama warga mengevakuasi warga yang terdampak banjir bandang di Gowa, Sulawesi Selatan. (Istimewa)

Di dalam video yang dibagikan Adnan, terlihat derasnya aliran dari pintu air Bili-Bili. Sedangkan dalam video lainnya sebuah jembatan hancur akibat diterjang derasnya air. 

Dari data yang didapatkan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga pukul 14.40 WITA, aliran sungai yang berhulu di Bili-bili mengakibatkan banjir, tanah longsor, jembatan putus dan beberapa pohon tumbang.

Sampai laporan ini diunggah, banjir telah merendam tujuh kecamatan di Gowa yang titik terbanyak berada di Kecamatan Somba Opu. 

Longsor terpantau terjadi di enam titik. Serta terdapat dua jembatan yang putus akibat terjangan banjir besar ini. Jembatan Jenelata di Manuju dan jembatan yang ada di Desa Patalikang tidak dapat dilewati.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved