Perjuangan Eli yang Produk Sabunnya Dipesan Jokowi, Pertama Produksi Dikomplain Konsumen

Perjuangan Eli produksi sabun cuci piring, pertama membuat dikomplain konsumen.

Perjuangan Eli yang Produk Sabunnya Dipesan Jokowi, Pertama Produksi Dikomplain Konsumen
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Eli Liawati (37), bersama pendamping desa Program Keluarga Harapan (PKH) Eva Nuartifah menunjukkan produk sabun cuci piring produksi kelompok usaha bersama (KUBE) Padawangi di rumahnya, Kampung Cibitung, RT 07/01, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Perjuangan Eli Liawati (37), seorang warga yang mendapat bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dari Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Garut untuk meningkatkan taraf hidup tak mudah dilakukan.

Sejak 2012, Eli menerima bantuan dari pemerintah.

Namun ia merasa tak akan ada kemajuan jika terus mendapat bantuan.

Selama enam tahun, Eli yang menjadi ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Padawangi bersama 34 anggotanya menyisihkan sebagian uang dari PKH.

Besarannya Rp 20 ribu per orang saat dana PKH cair.

"Alhamdulillah selama enam tahun terkumpul Rp 8 juta. Memang sudah niat mau buat usaha sama yang lain," ucap Eli di rumahnya, di Kampung Cibitung, Desa Padahurip, Banjarwangi, Senin (21/1/2019).

Ia lalu memikirkan usaha yang akan dirintis dengan modal terbatas.

Eli terpikir untuk menjual sabun cuci piring.

Ia kemudian membeli sabun yang telah jadi.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved