Ini Regulasi Fintech Peer to Peer Lending Agar Aman Digunakan Masyarakat

Fintech ini memungkinkan seseorang meminjam uang tanpa bertemu pemilik dana tapi melalui internet sehingga sangat berisiko.

Ini Regulasi Fintech Peer to Peer Lending Agar Aman Digunakan Masyarakat
Infografis fintech ilegal diblokir OJK 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Fintech jenis peer to peer lending adalah jenis fintech yang menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan.

Fintech ini memungkinkan seseorang meminjam uang tanpa bertemu pemilik dana tapi melalui internet sehingga sangat berisiko.

Untuk itu, OJK memiliki regulasi untuk menghindari risiko tersebut.

"Pertama, perusahaan fintech tidak boleh bohong dan harus transparan. Perusahaan fintech ini harus kontinu bisnisnya," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, ketika ditemui di Gedung Sate, Senin (21/1/2019).

Transparansi tersebut mencakup kejelasan berapa lama dana sampai ke peminjam dan berapa lama dana itu dipinjam.

Bulan Depan, Harga Rumah Subsidi Naik, Usulan Kenaikan Antara 3 Persen sampai 7,5 Persen

Layani Penerbangan ke Indonesia, Pramugari VietJet Tak Akan Pakai Bikini

Selain itu, perusahaan fintech juga harus mengutamakan perlindungan konsumen.

"Sehingga kami minta seluruh fintech provider harus mendaftar ke kami pertamanya. Kami akan evaluasi setelah itu dikasih izin," ujarnya.

Jika persyaratan tersebut tidak dipenuhi, maka izin tidak akan diberikan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan jasa fintech.

Apabila sudah terlanjur menggunakan jasa fintech yang tidak terdaftar, maka masyarakat dapat melapor ke OJK.

"Kami kerja sama dengan Kominfo untuk blok fintech agar tidak beroperasi. Banyak yang sudah diblok, jumlahnya ratusan," ujarnya.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved