Ini Prediksi OJK Soal Tekanan Pasar Keuangan Global di Tahun 2019

Di tahun 2019, tekanan dari pasar global terhadap ekonomi Indonesia diperkirakan akan berkurang.

Ini Prediksi OJK Soal Tekanan Pasar Keuangan Global di Tahun 2019
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Dewan Komisioner beserta seluruh jajaran OJK memiliki komitmen tinggi untuk terus memperkokoh stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung pemerataan pembangunan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan, di tengah meningkatnya volatilitas pasar global maupun domestik di tahun 2018 lalu, secara umum stabilitas makroekonomi masih terjaga.

Pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 diperkirakan sekitar 5,15 persen, tertinggi sejak tahun 2014. Inflasi juga tetap terjaga rendah di level 3,13 persen.

"Kita patut bersyukur, kinerja perekonomian Indonesia yang resilient dan terus tumbuh diakui pula oleh internasional sebagaimana ditunjukkan dalam perbaikan global competitiveness index dan easing of doing business Indonesia serta pengakuan beberapa lembaga rating international, seperti Moodys dan Fitch," kata Wimboh Santoso.

Hal itu diucapkannya pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan dengan tema "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung,

Untuk itu, kata Wimboh Santoso, sejalan dengan kinerja fundamental makroekonomi domestik, stabilitas sektor keuangan juga dapat terjaga dengan baik.

Capaian ini merupakan modal yang penting bagi industri untuk dapat tumbuh lebih baik dan meningkatkan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan katalis keberhasilan reformasi struktural.

Meski begitu, menurutnya di tahun 2019 ini tekanan dari pasar keuangan global diperkirakan akan berkurang dengan menurunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi negara maju dan melambatnya laju kenaikan FFR, sehingga akan mengurangi tekanan rebalancing portfolio keluar dari emerging markets.

"Di sisi domestik, reformasi struktural tetap terus akan dilanjutkan untuk menurunkan ketidakseimbangan eksternal melalui peningkatan ekspor dan substitusi impor," katanya.

Penulis: Siti Fatimah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved