10 Tahun Jadi TPA Ilegal, Berkat Spanduk Unik Berbumbu Mistis Ini, Warga Berhenti Buang Sampah

Tak seperti spanduk imbauan lainnya, spanduk tersebut justru berisi peringatan berbau mistis, yaitu : "Awas Kesurupan!! Dilarang Buang Sampah di Sini!

10 Tahun Jadi TPA Ilegal, Berkat Spanduk Unik Berbumbu Mistis Ini, Warga Berhenti Buang Sampah
TRIBUN BALI/ERI GUNARTA
Spanduk larangan buang sampah di Banjar Ponggang, Desa Puhu, Payangan dikemas unik, Minggu (20/1/2019). Spanduk ini efektif mencegah warga buang sampah sembarangan. Namun terlepas dari itu, lokasi ini dikenal cukup angker. 

TRIBUNJABAR.ID, GIANYAR - Kesal dengan orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan, warga Banjar Ponggang, Desa Puhu, Payangan, Gianyar, memasang spanduk larangan membuang sampah sembarangan.

Uniknya, tak seperti spanduk imbauan lainnya, spanduk tersebut justru berisi peringatan berbau mistis, yaitu : "Awas Kesurupan!! Dilarang Buang Sampah di Sini!!" lengkap dengan gambar komik orang yang kesurupan dan berteriak "Aing Maung!!!"

Tak disangka, spanduk tersebut justru ampuh mencegah warga membuang sampah di lokasi yang sudah 10 tahun menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) liar tersebut.


Dilansir dari Tribunbali.com, Kelian Dinas Banjar Ponggar, I Made Artana ditemui, Minggu (20/1/2019) mengatakan pemasangan baliho larangan buang sampah merupakan bentuk kepedulian dan kegeraman generasi muda terhadap pencemaran lingkungan, yang terjadi di wilayah itu.

Selain sampah telah merusak lingkungan, juga mencemari kesucian kawasan suci.

Sebab tak jauh dari tumpukan sampah ini, terdapat Pura Dalem dan setra atau kuburan adat.

"Kami tidak tahu siapa pembuang sampahnya, sebab kawasannya jauh dari pemukiman. Tapi informasinya, sampah dibuang secara sembunyi-sembunyi, saat malam atau dini hari. Sudah hampir 10 tahun tempat itu dijadikan TPA liar. Sementara baliho baru dipasang empat hari lalu," ungkap Artana.

Hadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan, Ridwan Kamil Bahas Ketimpangan Ekonomi

Apakah sudah pernah memergoki oknum yang membuang sampah di sana, dan bagaimana sanksinya?

Arthana mengatakan, hingga saat ini belum pernah menangkap seorang oknum pun. Sebab sampah dibuang saat situasi sepi.

"Nah, terkait sanksinya, kami belum punya sanksi. Tapi, sejak baliho (spanduk) dipasang, tidak ada lagi yang buang sampah. Sampah yang ada saat ini, itu sampah yang dibuang sebelumnya. Nanti setelah usai musim hujan, rencananya kami akan bersihkan sampah itu," tandasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Wayan Kujus Pawitra mengapresiasi langkah masyarakat dalam menangani pencemaran lingkungan di wilayahnya.

Terkait masih adanya banjar yang kebingungan menindak atau memberikan sanksi oknum pembuang sampah sembarangan, Kujus meminta agar menyerahkan oknum tersebut ke DLH Gianyar.

Abu Bakar Baasyir Dibebaskan, Fadli Zon Singgung Habib Rizieq dan Ahmad Dhani

Sebab pemerintah telah mengatur sanksi pencemaran lingkungan dalam Perda nomor 15 tahun 2015.

"Dalam pasal 35 pada Perda itu diatur, bagi yang membuang sampah, limbah cair dan kotoran lainnya ke sungai, selokan dan saluran pembuangan air diancam pidana tiga bulan penjara, di Lapas Kelas II B Gianyar. Jika tidak mau dipenjara, maka bisa diganti dengan denda paling banyak Rp 25 juta," tandasnya.

Dicoret dari Seleksi Timnas U-22, Kapten Persib U-19 Sedikit Kecewa Tapi Ambil Pelajaran

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved