Javaretro Suite Hotel dan PADMA Memberi Alat Belajar dan Pengobatan Gratis kepada Anak Kurang Mampu

MANAJEMEN Javaretro Suite Hotel bersama Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (PADMA) gelar baksos kepada puluhan anak usia sekolah yang kurang mampu

Javaretro Suite Hotel dan PADMA Memberi Alat Belajar dan Pengobatan Gratis kepada Anak Kurang Mampu
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Ketua YKKJRK yang juga pemilik Javaretro Suite Hotel, Petrus Adamsantosa, bersama Ketua Pelaksana PADMA dr Adrian Suhendra, berfoto bersama perwakilan anak-anak kurang mampu yang mendapat bantuan pengobatan gratis dan sarana pendidikan di acara bakti sosial yang digelar di Rumah Singgah, Jalan Hercules, Cipedes, Bandung, Sabtu (19/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - MANAJEMEN Javaretro Suite Hotel bersama Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (PADMA) menggelar bakti sosial kepada puluhan anak usia sekolah yang kurang mampu di Rumah Singgah kaum anjal dan difabel Jalan Hercules No 76-78, Cipedes, Bandung, Sabtu (19/1/2019).

Di Rumah Singgah yang ada di bawah naungan Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK),  puluhan anak kurang mampu yang masih sekolah serta yang mengalami gangguan kesehatan mendapat bantuan cuma-cuma dari Manajemen Javaretro Suite Hotel dan PADMA berupa alat-alat belajar untuk sekolah seperti seragam, sepatu dan kebutuhan lainnya, serta mendapatkan pengobatan gratis dari tim dokter PADMA.

Pemilik Javaretro Suite Hotel, Petrus Adamsantosa, mengatakan bahwa bakti sosial yang dilakukan saat itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya bersama PADMA setiap bulan.

Namun tak hanya itu, sebelum menggelar baksos pengobtan gratis di Rumah Singgah, setiap minggu tim dari Javaretro Suite Hotel dan PADMA mengunjungi lokasi-lokasi dimana anak-anak dan keluarganya tinggal untuk diberikan bantuan alat pendidikan sekolah serta pengobatan gratis.

Bahkan makanan dan minuman bergizi pun disalurkan bagi anak yang bermasalah dengan kesehatannya.

"Untuk baksos kali ini, kami menyisir tiga lokasi yaitu dari wilayah Permata (Permata Hotel), Suniaraja serta Babakan Jeruk. Total sekitar 42 anak yang mendapat bantuan pengobatan gratis. Sebelumnya, kami juga memberikan bantuan berupa alat-alat sekolah kepada anak kurang mampu," tutur Adam di sela acara.

Adam menyebutkan bahwa pengobatan gratis ini memang ditujukan bagi anak-anak yang bermasalah kesehatannya dari tiga lokasi itu. Rata-rata, mereka merupakan anak usia sekolah yang masih memiliki kemauan sekolah namun terbentur kendala ekonomi yang sangat terbatas dan memprihatinkan.  

"Makanya setiap minggu kita ke lingkungan mereka, apa yang diperlukan, kita perhatikan biar kebutuhan mereka bisa terpenuhi, terutama kebutuhan pendidikan berupa alat-alat sekolah termasuk seragam dan sepatu. Harapan kami adalah keinginan mereka untuk maju tidak terbentur oleh masalah teknis. Perhatian dari kami terhitung kecil dan sederhana, namun akan sangat berarti bagi mereka selama kami melakukannya dengan "hati". Perhatian kecil pun akan menambah kepercayaan diri mereka. Tiga aspek pertumbuhan anak kami berusaha perhatikan yaitu aspek fisik, aspek kecerdasan dan aspek nurani," katanya.

"Bagi saya memang menjadi sangat penting memiliki anggota tim yang bekerja dengan hati agar menjadi tambahan energi bagi anak anak  dalam melakukan perubahan menuju lebih baik, lebih baik setiap hari, lebih baik setiap tahun. Pada akhirnya harapan saya mereka akan  jadi lebih baik dari orang tuanya," tambah Adam.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Dokter PADMA, dr Adrian Suhendra SpPK Mkes, mengatakan bahwa terdapat dua hal penting yang ditekankan kepada para anak dan keluarga yang menjadi sasaran baksos yaitu preventif dan kuratif.

"Tindakan preventif yaitu kita melakukan pencegahan penyakit di masa yang akan datang, sementara tindakan kuratif kita melakukan tindakan pengobatan kepada yang terkena penyakit," ujar Adrian.

Adrian juga menekankan bahwa PADMA bersama Manajemen Javaretro Suite Hotel telah memberikan edukasi kepada mereka terkait pola hidup sehat. Salah satu contoh yang ditekankan untuk mulai menjalani pola hidup sehat kepada para peserta sasaran baksos adalah pembagian termos minum gratis.

"Pembagian termos minum gratis itu bertujuan agar anak-anak dan keluarganya mulai terbiasa menggunakan pola hidup sehat, dimana selain dianjurkan banyak minum, kami juga memberikan edukasi bahwa botol minuman itu sifatnya pribadi, tidak boleh dipakai orang lain karena berpotensi menularkan banyak penyakit bagi pemakainya," katanya. (*)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved