Pilpres 2019

Tanya Soal Eks Napi Korupsi Nyaleg ke Prabowo, Jokowi Diingatkan soal Pernyataannya pada Mei 2018

Adapun Jokowi mengklaim mendapatkan data dari ICW bahwa ada kader Partai Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo yang nyaleg merupakan eks napi korupsi.

Tanya Soal Eks Napi Korupsi Nyaleg ke Prabowo, Jokowi Diingatkan soal Pernyataannya pada Mei 2018
Capture Youtube
Jokowi di debat capres 2019 

TRIBUNJABAR.ID - Pada sesi debat capres pertama tadi malam di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2018), kubu Jokowi - Maruf Amin mendapat kesempatan untuk bertanya soal korupsi dan terorisme kepada lawan debatnya yakni Prabowo - Sandiaga.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menanyakan soal kejahatan korupsi yang terjadi di Indonesia.

Adapun Jokowi mengklaim mendapatkan data dari ICW, bahwa ada kader partai yang dipimpin oleh Prabowo, yakni Partai Gerindra berisikan 6 caleg yang merupakan eks napi korupsi.

"Kita tahu korupsi adalah kejahatan yang luar biasa, bahkan Pak Prabowo pernah mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah stadium 4, meskipun ini saya tidak setuju, saya enggak setuju. Tapi menurut ICW, ini menurut ICW, Partai yang bapak pimpin termasuk yang paling banyak mencalonkan mantan koruptor atau mantan napi korupsi, yang saya tahu, caleg itu yang tanda tangan adalah ketua umumnya, berarti Pak Prabowo yang tanda tangan. Bagaimana bapak menjelaskan mengenai ini?" tanya Jokowi kepada Prabowo.

Mendengar pertanyaan dari Jokowi, Prabowo pun lantas menjawab.

"Baik, itu mungkin ICW, tapi saya sendiri belum dapat laporan itu. Dan benar-benar saya kira itu juga sangat subjektif. Ya Saya tidak setuju itu, saya seleksi itu caleg tersebut, kalau ada bukti juga silahkan laporkan kepada kami gitu, begini pak, ada juga kadang-kadang ya, tuduhan-tuduhan korupsi itu, yang korupsinya itu ya menerima THR seluruh DPRD, semuanya lintas partai pak, kalau kita cek sekarang di kejaksaan, boleh kita bandingkan, berapa orang yang sekarang sudah menunggu masuk KPK ataupun sudah dalam penjara. Saya kira, janganlah kita menuduh soal partai kita masing-masing, saya jamin Partai Gerindra akan melawan korupsi sampai ke akar-akarnya, kalau ada anggota Gerindra korupsi, saya yang akan masukan dia ke penjara sendiri," kata Prabowo.

Setelahnya, moderator meminta kembali untuk kubu Jokowi - Maruf Amin menanggapi jawaban dari kubu 02, Prabowo - Sandiaga.

Jokowi di debat capres 2019
Jokowi di debat capres 2019 (Capture Youtube)

"Mohon maaf Pak Prabowo, jadi yang saya maksud tadi adalah mantan koruptor, atau mantan napi korupsi yang bapak calonkan sebagai caleg. Itu ada, ICW itu memberikan data jelas sekali, ada enam yang bapak calonkan, dan yang tanda tangan dalam pencalegan itu adalah Ketua Umum, dan Sekjen, artinya bapak tanda tangan. Jadi mohon maaf Pak Prabowo, saya tidak menuduh Partai bapak melakukan korupsi, enggak bukan," kata Jokowi.

Kembali mendapatkan kesempatan menanggapi pertanyaan Jokowi, Prabowo lantas mengatakan, terkait eks napi koruptor yang ia calonkan sebagai caleg bisa saja tidak dipilih rakyat atau bisa saja dipilih oleh rakyat jika dianggap masih layak.

"Saya kira kita pelajari, dan begini, ini kan demokrasi pak, kita umumkan aja ke rakyat, kalau rakyat enggak mau milih ya enggak akan dipilih, kan begitu? Yang jelas pak, kalau kasus itu sudah melalui proses, dia sudah dihukum, dan kalau memang hukum mengizinkan, dan dia dianggap amsih bisa, dan rakyat menghendaki dia karena dia punya kelebihan-kelebihan lain, dan mungkin juga korupsinya enggak seberapa, mungkin dia kena, eh begini kalau curi ayam itu benar salah, tapi kalau merugikan rakyat triliunan itu saya kira yang harus kita habiskan di Indonesia," kata Prabowo.

Halaman
123
Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved