Sejumlah Mahasiswa di Garut Berikan Pelatihan Mitigasi Bencana Kepada Murid-murid SD

Kesadaran terhadap bencana pun masih terus dibangun oleh seluruh masyarakat, satu di antaranya seperti yang diterapkan sejumlah mahasiswa Uniga.

Sejumlah Mahasiswa di Garut Berikan Pelatihan Mitigasi Bencana Kepada Murid-murid SD
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Para murid Madrasah Iftidaiyyah (MI) Arrochman, Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, Garut berlindung di bawah meja saat melalukan simulasi mitigasi bencana, Rabu (16/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kabupaten Garut jadi daerah rawan bencana di Jawa Barat.

Kesadaran terhadap bencana pun masih terus dibangun oleh seluruh masyarakat, satu di antaranya seperti yang diterapkan sejumlah mahasiswa Universitas Garut (Uniga).

Para mahasiswa yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) itu memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada murid SD.

Hakim Ghani, salah seorang mahasiswa mengatakan, mitigasi bencana sangat diperlukan oleh anak-anak.

Apalagi jika bencana datang saat mereka bersekolah.

Pasirmuncang Jadi Kampung Tertib Lalu Lintas di Garut, Warga Bisa Tegur Pengendara Tanpa Helm

"Anak-anak harus paham apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Tidak asal berlari dan malah bisa membahayakan," ujar Hakim yang tengah melaksanakan KKN di Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, Rabu (16/1/2019).

Para murid Madrasah Iftidaiyyah (MI) Arrochman, lanjutnya, diberi tips saat bencana seperti gempa terjadi.

Ada beberapa hal yang diajarkan kepada para pelajar yang diberi nama tiga gerakan bebas gempa.

"Pertama mereka diajarkan berlindung di bawah bangku dan alat yang berbahan kuat. Saat terjadi gempa yang membuat bangunan roboh, pelajar tidak tertimpa reruntuhan," ujarnya.

Saat getara gempa mulai tak terasa, pelajar diminta berlari menghindari bangunan dan menuju ruang terbuka. Sedangkan, yang terakhir diberi pemahaman untuk berkumpul di lokasi terbuka dan jauh dari gedung tinggi.

"Dengan kegiatan ini, diharap para pelajar dapat mengerti cara menghindar dari bencana dan menjelaskan kembali ilmu ini ke keluarga mereka," ujarnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved