Polres Ciamis & Pemuka Agama Gagas Deklarasi Pemilu Damai, Tolak Tempat Ibadah Jadi Tempat Kampanye

Polres Ciamis Selasa (15/1/2019) menggagas deklarasi bersama pemuka agama dan umara untuk pemilu yang sejuk, damai dan kondusif.

Polres Ciamis & Pemuka Agama Gagas Deklarasi Pemilu Damai, Tolak Tempat Ibadah Jadi Tempat Kampanye
Tribun Jabar/Andri M Dani
Deklarasi Pemilu Damai – Para tokoh agama dan umaro serta jajaran KPU dan Bawaslu Ciamis menggelar deklarasi pemilu damai, sejuk dan kondusif serta menolak tempat ibadah dijadikan tempat kampanye. Deklarasi bersama digagas Polres Ciamis tersebut berlangsung di Pendopo Ciamis, Selasa (15/1/2019) siang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Polres Ciamis Selasa (15/1/2019) menggagas deklarasi bersama pemuka agama dan umara untuk pemilu yang sejuk, damai dan kondusif.

Deklarasi itu juga menolak dijadikannya tempat ibadah sebagai tempat kampanye, sasaran penyebaran isu hoaks, SARA, dan radikalisme.

Deklarasi bersama yang berlangsung di Pendopo Ciamis, Selasa siang tersebut dihadiri langsung Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso dan jajarannya, berikut Dandim 0613 Ciamis Letkol Arm Tri Arto Subagio, pejabat dari PN dan Kejaksaan Negeri Ciamis, Sekda Ciamis Drs H Asep Sudarman MPd, Ketua DMI Ciamis Dr H Wawan S Arifin MM, Ketua DKM Masjid Agung Ciamis, Drs KH Ahmad Hidayat SH, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ciamis, Ketua KPU Ciamis Dr H Agus Fatah Hidayat SH MH dan komisioner KPU Ciamis serta Ketua Bawaslu Ciamis, Uce Kurniawan, dan jajaran Bawaslu Ciamis.

Usai pembacaan deklarasi bersama Pemilu damai, sejuk dan kondusif tersebut, Polres Ciamis menyebar 300 spanduk tentang kesepakatan bersama menolak tempat ibadah jadi tempat kampanye.

Harga Cabai Jatuh Sampai Titik Nadir, Banyak Petani di Ciamis Pilih Telantarkan Kebun

Spanduk pertama yang dipasang adalah di pagar Masjid Agung Ciamis.

“Ada 300 spanduk yang kami  sebar, untuk dipasang di lingkungan tempat ibadah baik itu masjid, gereja maupun kelenteng,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso kepada Tribun Jabar dan wartawan lainnya usai deklarasi bersama tokoh agama dan ulama di Pendopo Ciamis.

Ke-300 spanduk tersebut tidak hanya disebar di kawasan kota Ciamis saja tetapi juga sampai ke tingkat kecamatan dan 258 desa serta tujuh kelurahan se-Ciamis.

Penyebaran spanduk tersebut, katanya, guna mengingatkan masyarakat dan berbagai pihak terutama pelaksana kampanye untuk  tidak menggunakan tempat ibadah menjadi tempat kampanye.

123 Rumah, 1 SD, dan 1 Pesantren Diterjang Puting Beliung di Panumbangan Ciamis, Warga Pun Trauma

Sanksi Pidana Dua Tahun Kurungan Penjara

Menurut Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso, sesuai dengan ketentuan  UU Pemilu, UU No 7 tahun 2017 pasal 280 ayat (1) huruf (a) secara tegas disebutkan bahwa kampanye tidak boleh dilakukan di tempat ibadah, di fasilitas pemerintahan, dan di sekolah.

“Sanksinya pun sudah jelas, dua tahun kurungan bagi yang melanggar ketentuan pasal tersebut,” kata Kapolres AKBP Bismo Teguh Prakoso .

Ketua Bawaslu Ciamis, Uce Kurniawan mengapresiasi deklarasi bersama yang digagas oleh jajaran Polres Ciamis tersebut.

Sesuai dengan ketentuan UU Pemilu menurut Uce, tempat ibadah dilarang untuk dijadikan tempat kampanye.

“Seorang caleg, atau tim sukses tidak dilarang masuk masjid untuk beribadah, untuk salat maupun mengadiri pengajian. Yang dilarang itu kampanye di masjid. Aturan kampanye tersebut sudah sangat jelas,” ujar Uce. 

Penulis: Andri M Dani
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved