Soal Kerusakan Rumah Akibat Angin Puting Beliung, Gubernur Jabar Akan Panggil Pengembang

Emil mengatakan, daerah ini pun kerap tergenang dalam waktu lama, artinya pengembang belum bekerja secara maksimal atau tidak menjalankan kewajibannya

Soal Kerusakan Rumah Akibat Angin Puting Beliung, Gubernur Jabar Akan Panggil Pengembang
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mendatangi Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang merupakan salah satu wilayah terparah akibat bencana angin puting beliung. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan memanggil pihak pengembang Perumahan Rancaekek Permai 2 yang berada di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, terkait kerusakan rumah akibat angin puting beliung.

Dari data BPBD Kabupaten Bandung sebelumnya, dari hasil pendataan BPBD jumlah rumah mencapai 738 rumah, sebagian besar berada di Perumahan Rancaekek Permai 2.

"Saya minta pengembang untuk menyelesaikan kewajiban, kalau tidak menyerahkan fasum dan fasos kepada pemerintah, nantinya akan menjadi tanggung jawab pemerintah," kata Emil saat meninjau Perumahan Rancaekek Permai 2, Senin (14/1/2019).


Upaya tersebut, dilakukan agar masyarakat Perumahan Rancaekek Permai 2, dapat hidup normal dan merasakam fasilitas sesuai kebutuhan.

Emil pun menambahkan, daerah ini pun kerap tergenang dalam waktu lama, ini artinya pengembang belum bekerja secara maksimal atau tidak menjalankan kewajiban.

"Harus pakai ilmu kalau bikin perumahan, contoh gorong-gorongnya harus besar," kata Emil.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Akhmad Johara, kerusakan yang ada di Perumahan Rancakek Permai 2, tidak mungkin dibantu oleh pemerintah karena itu adalah tanggung jawab pengembang.

Neneng Hassanah Yasin Jadi Saksi Kasus Suap Meikarta, Sebut Nama Mendagri Tjahjo Kumolo

"Tetapi kalau rumah di perkampungan, akan kami pertimbangkan," katanya.

Warga Blok B Perumahan Rancaekek Permai 2, Jati Karsijati (63), mengatakan, akibat angin puting beliung tersebut, sebagian atap rumahnya tersebut mengalami kerusakan, sehingga sementara waktu tidak bisa ditempati.

"Kalau ditempati juga pasti itu bocor dan masih takut ada benda jatuh juga, jadi saya mengungsi di masjid," kata Jati.

Untuk perbaikan, kata Jati, setidaknya ia membutuhkan sebanyak 30 lembar asbes dan puluhan potong kayu balok, kerugian akibat angin puting beliung mencapai belasan juta rupiah.

"Berharap sekali adanya bantuan dari pemerintah, baru dapat makan saja," katanya.

Teka Teki Penyebab Jatuhnya Lion Air PK-LQP Bakal Terungkap, Black Box Percakapan Ditemukan

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved