Harga Cabai Jatuh Sampai Titik Nadir, Banyak Petani di Ciamis Pilih Telantarkan Kebun

Menyusul jatuhnya harga cabai sampai ke titik nadir tersebut, banyak petani yang memilih menelantarkan kebun cabai mereka

Harga Cabai Jatuh Sampai Titik Nadir, Banyak Petani di Ciamis Pilih Telantarkan Kebun
Tribun Jabar/Andri M Dani
Sudah sebulan ini harga cabai anjlok di tingkat petani di Sukamantri Ciamis hingga ke angka Rp 8.000/kg. Tak sedikit petani yang terpaksa menelantarkan kebun cabai lantaran biaya panen dan pemeliharaan tanaman cabai mahal. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Sudah sebulan ini harga cabai merah keriting anjlok di tingkat petani di kawasan agropolitan Sukamantri keangka Rp 8.000/kg.

Kondisi serupa  juga menimpa cabai besar TW hanya Rp 13.000/kg dan cabai tanjung lokal Rp 10.000/kg.

Menyusul jatuhnya harga cabai sampai ke titik nadir tersebut, banyak petani yang memilih menelantarkan kebun cabai mereka.  Cabai tidak dipanen, banyak yang dibiarkan busuk di kebun.

“Ongkos petik saja sudah Rp 35.000/hari. Seorang dalam sehari paling banyak bisa petik 20 kg sampai 25 kg  cabai merah keriting. Jadi ongkos petik lebih Rp 1.000/kg. Ketika dijual hanya Rp 8.000/kg. Petani jelas merugi karena biaya modal saja sudah Rp 8.000/kg. Itu diluar biaya petik,” ujar Pipin Arif  Apilin, Ketua Gapoktan Karangsari Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Ciamis, kepada Tribun, Senin (14/1/2019).

Menjelang sebulan lalu harga cabai merah keriting di tingkat petani di Sukamantri katanya masih berkisarkan antara Rp 18.000-Rp 20.000/kg kemudian turun jadi Rp 15.000/kg hingga turun drastic jadi Rp 8.000/kg.

Mau Makan Siang dengan Menu Bebek yang Pedas dan Harganya Ramah di Kantong? ke Bebek Jewer Saja

Meski Harga BBM Hanya Turun Sedikit, Warga Tasik Bersyukur

Sudah sebulan ini harga cabai anjlok di tingkat petani di Sukamantri Ciamis hingga ke angka Rp 8.000/kg. Tak sedikit petani yang terpaksa menelantarkan kebun cabai lantaran biaya panen dan pemeliharaan tanaman cabai mahal.
Sudah sebulan ini harga cabai anjlok di tingkat petani di Sukamantri Ciamis hingga ke angka Rp 8.000/kg. Tak sedikit petani yang terpaksa menelantarkan kebun cabai lantaran biaya panen dan pemeliharaan tanaman cabai mahal. (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Cabai lokal tanjung mengalami kondisi serupa sudah sebulan ini, harganya hanya Rp 10.000/kg lalu cabai besar TW Rp 13.000/kg plus dengan biaya produksi (BEP) masing-masing.

“Sekarang tinggal cabai rawit yang harganya masih cukup bagus yakni Rp 20.000/kg. Berikut tomat Rp 2.000/kg,” katanya.

Anjloknya harga cabai di tingkat petani, ucap Pipin, tidak hanya dialami oleh petani dari Sukamantri tapi juga dirasakan oleh petani dari berbagai sentra sayur mayur di Garut, Puncak, Panggalengan hingga di beberapa daerah penghasil sayur mayur di Jawa seperti Dieng Wonosobo.

“Sudah sebulan ini hampir semua daerah panen raya (cabai). Panen serentak hasil melimpah, harga jadi jatuh. Biasanya, menjelang tahun baru harga cabai akan naik, sehingga petani di beberapa daerah serentak menanam cabai. Yang terjadi apa? Panennya serentak, produksi melimpah, harga pun jatuh ,” ujar Pipin yang juga petani cabai tersebut.

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved