ACT dan Relawan Gabungan Bantu Korban Bencana Angin Puting Beliung di Rancaekek

ACT dan MRI langsung turun ke lokasi bencana angin puting beliung di Rancaekek.

ACT dan Relawan Gabungan Bantu Korban Bencana Angin Puting Beliung di Rancaekek
istimewa
Tim ACT bantu korban angin puting beliung Rancaekek. 

TRIBUNJABAR.ID - Jumat (11/1/2019) angin puting beliung menerjang enam desa di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Angin puting beliung mengakibatkan sekitar 600 rumah rusak dan saat ini bertambah mencapai 738 rumah berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung.

Jumlah keluarga yang terdampak ada sebanyak 753 kepala keluarga dan 2.567 orang terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak bisa ditempati. Mereka juga ada yang tetap bertahan di rumahnya dengan alasan keamanan.

Tim Derm (Disaster Emergency Response) ACT bersama MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) sejak kejadian sudah hadir untuk melakukan pendataan wilayah terdampak dan mendata kebutuhan warga pascabencana angin puting beliung.

Sampai saat ini tim ACT-MRI Jawa Barat bersama mitra Gerbang Sedekah dan Indah Bersedekah membantu warga dengan membuka posko kemanusiaan di Perum Rancaekek Permai Blok B10 No. 23 .

”Untuk aktifasi dapur umum dan melakukan aksi membersihkan puing-puing rumah warga yang hancur. Saat ini kami membantu warga giat aksi pascabencana. Insya Allah ACT bersama mitra Gerbang Sedakah dan Indah Bersedekah memproduksi kurang lebih tiap harinya sekitar 300 porsi makanan," kata Asep Kurnia selaku Korlap ACT.

Tim ACT dan MRI membantu warga yang menjadi korban angin puting beliung di Rancaekek.
Tim ACT dan MRI membantu warga yang menjadi korban angin puting beliung di Rancaekek. (istimewa)

"Untuk aksi membersihkan puing dan atap rumah yang hancur kami fokuskan di Perum Rancaekek Permai 2 Blok C, karena di sana belum ada yang membantu jadi ACT ambil bagian di sana, sedangkan yang lain sudah di-handle oleh TNI dan relawan lain,“ ujar Asep Kurnia.

Menurut pantauan ACT, warga yang mengungsi difokuskan di Masjid Al-Ikhlas dan Al- Muhajirin.

"Sampai saat ini warga dan relawan gabungan masih melakukan aksi pascabencana serta membantu warga mengamankan barang berharga karena cuaca di sana saat hujan deras bisa menimbulkan genangan hampir sebetis orang dewasa,“ ucap Asep Kurnia.

Dapur umum yang disokong ACT.
Dapur umum yang disokong ACT. (istimewa)
Editor: taufik ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved