Mantan Pemain Persib Bandung Curhat ke Eka Santosa Tentang Persepakbolaan di Jabar

Mantan pemain Persib Bandung temui Eka Santosa curhat perkembang sepak bola di Jabar yang dinilai merosot.

Mantan Pemain Persib Bandung Curhat ke Eka Santosa Tentang Persepakbolaan di Jabar
istimewa
Mantan pemain Persib Bandung di antaranya Encas Tonif (kedua dari kiri) berfoto bersama Eka Santosa (tengah) di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dua belas orang mantan pemain Persib Bandung seperti Nyanyang, Dadan, Iwan Sunarya, Dadang Kurnia, Ujang Mulyana, Suhendar, Yayan Sundana, Dede Rosadi, Juhanda, Wawan Kurniawan, dan Encas Tonif merasa prihatin karena perkembangan persepakbolaan khususnya di Jawa Barat merosot.

Keprihatinan para mantan legiun Persib itu disampaikan kepada Eka Santosa yang merupakan mantan Ketua KONI Jabar di kediamannya Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun. Kabupaten Bandung, Sabtu (12/1/2019).

“Ini pertemuan kesekian kalinya. Salah satu perintisnya Kang Dadang Kurnia dan Kang Encas Tonif. Sekarang hadir lebih banyak,” kata Eka yang juga sebagai Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olah Raga) Jabar.

Eka mengaku heran karena para mantan legiun Persib itu curhat ke dia. Namun bagaimana pun, kata Eka, dia merasa terpanggil untuk memikirkan bagaimana menggairahkan olah raga di Jabar, khususnya sepak bola yang sejak dulu digandrungi masyarakat.

Menurut Eka, ada harapan untuk membangkitkan prestasi olahraga khususnya sepakbola di Jawa Barat. Salah satunya adalah melakukan sinergi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan membangun sport center di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat.

"Di tiap sarana olahraga itu harus ada sekolah sepak bola yang dikelola secara profesional. Masa dari 27 kabupaten/kota tidak bisa menelorkan bibit-bibit unggul. Saya yakin bisa," kata Eka.

Encas Tonif mengaku sependapat dengan Eka.

“Siap secepatnya menemui Kang Emil bersama Kang Eka. Pembangunan Sport Jabar di tiap kota dan kabupaten kami dukung. Kalau perlu kita usulkan untuk sepak bola adakan kompetisi lebih kerap di setiap tingkatan antar klub. Namanya bisa apa saja. Ini yang kita perlukan untuk menggantikan Persib baru atau pemain nasional yang biasanya banyak dari Jabar,” kata Encas Tonif yang diamini rekan-rekannya.

Menurut Khanti Isyana Dewi yang kerap disapa Nonoy sebagai pegiat sosial-kemsyarakatan di Gerakan Hejo yang juga diketuai Eka Santosa, kehadiran para Persib Legend dianggap sebagai berkah tersendiri.

“Ibarat tenaga tambahan, ini bakal efektif rupanya memberi angin segar pada perubahan KONI Jabar yang selama ini tak putus-putusnya dirundung masalah,” ucap Nonoy.

Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved