Maemunah Ingin Pembunuh Ibunya Dihukum Berat, "Enggak Kebayang, Datang Langsung Membacok Lalu Pergi"

Keluarga korban pembunuhan di Kedawung, Cirebon, minta pelaku dihukum seberat-beratnya.

Maemunah Ingin Pembunuh Ibunya Dihukum Berat,
Tribun Jabar/ Ahmad Imam Baehaqi
Suasana rumah korban pembunuhan di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (12/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Keluarga Alifah (50) berharap Saelani (49) tukang becak yang membunuhnya dihukum seberat-beratnya.

Saelani yang merupakan warga Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, itu tega menghabisi nyawa nenek enam cucu tersebut secara membabi buta.

Pelaku membacok korban yang merupakan tetangganya sendiri itu menggunakan sebilah parang di depan keluarga korban.

"Saya sebagai anak dan mewakili keluarga ingin pelaku dihukum berat, hukuman mati atau seumur hidup," kata Maemunah, anak korban, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/1/2019).

Maemunah yang menyaksikan sendiri aksi sadis itu mengaku tak dapat memaafkan sebelum pelaku diberi hukuman setimpal.

Menurut dia, aksi pelaku terhadap ibu kandungnya sangat di luar batas kemanusiaan.

"Ya, pokoknya enggak bisa dimaafkan, harus dihukum seberat-beratnya," ujar Maemunah.

Maemunah, anak korban pembunuhan, saat ditemui di rumahnya di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (12/1/2019).
Maemunah, anak korban pembunuhan, saat ditemui di rumahnya di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (12/1/2019). (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

Raut kesedihan terlihat jelas di wajah ibu dua anak itu. Matanya pun tampak berkaca-kaca.

Saat ditemui suara wanita yang mengenakan kerudung abu-abu itu terdengar lirih.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved