Di Tangan Adang, Rotan jadi Barang Bernilai Guna, tapi Kini Usahanya Semakin Menurun

Adang (50), pengusaha kerajinan rotan di Kota Bandung ini mampu menyulap rotan mentah menjadi kerajinan tangan yang menghasilkan rupiah

Di Tangan Adang, Rotan jadi Barang Bernilai Guna, tapi Kini Usahanya Semakin Menurun
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Pengusaha kerajinan rotan di Kota Bandung, Adang (50) sedang memperbaiki kursi berbahan rotan di tokonya yang berlokasi di Jalan Jalan Setiabudi, No 108, Kota Bandung, Sabtu (12/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Adang (50), pengusaha kerajinan rotan di Kota Bandung ini mampu menyulap rotan mentah menjadi kerajinan tangan yang menghasilkan rupiah.

Adang yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) ini mengaku mampu memproduksi berbagai model kerajinan rotan. Mulai dari, kursi, meja, keranjang, kap lampu, mainan anak anak, penyekat ruangan, hingga alat-alat rumah tangga.

"Gimana pesanan aja kalau usaha rotan mah. Untuk pembuatan paling lama kursi, bisa sampai dua harian, kalau keranjang satu hari bisa 5 biji sampai 10 biji," ujar Adang saat ditemui Tribun Jabar di tokonya di Jalan Setiabudi No 108, Kota Bandung, Sabtu (12/1/2019).

Adang mengatakan saat ini penjualan kerajinan rotan menurun drastis.

"Usaha gini mah naik turun, tapi untuk sekarang sekarang ini mulai sepi, dulu waktu tahun 90-an bisa menjual 10 set kursi dan dan meja. Kalau sekarang perbulan hanya kejual satu set aja, kalau keranjang dulu bisa 1.000 buah, sekarang hanya lima sampai 10 biji yang terjual perharinya," ujarnya

Meskipun usaha yang dijalani Adang pasang surut, ia tetap bertahan dan bisa menghidupi keluarganya.

Begini Kata Aa Gym tentang Banyaknya Bencana yang Menimpa Bangsa Indonesia

Selain usaha rotan, Adang membuka layanan jasa perbaikan kerajinan rotan seperti kursi meja atau penyekat rumah dan lainnya tergantung barang yang mau diperbaiki.

"Saya juga ngebuka service-nya, harganya tergantung kerusakan, tarifnya ada yang Rp 1,5 juta ada yang 500 ribu, gimana kerusakan,"ujarnya

Usaha kerajinan tangan miliknya itu biasanya kebanjiran order saat menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya besar lainnya.


"Ramainya lebaran, natalan, hari hari besar, yang pesen masih lingkup di Kota Bandung,"ujarnya

Adang menjelaskan harga yang ia tawarkan berbeda beda dan tergantung ukuran, untuk satu set, dua kursi kecil, satu kursi panjang dan satu meja dihargai Rp 3,5 juta sampai 4 juta.

Untuk harga keranjang dari Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu, harga kap lampu Rp 125 ribu dan harga penyekat rumah dari harga Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu.

Menurut Adang, bahan baku rotan diperoleh dari Cirebon dan bisa menghabiskan empat kwintal perbulan.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved