Viral Surat Terbuka untuk Plt Bupati Cianjur, Kritikan untuk RSUD Sayang

Surat terbuka yang ditujukan untuk Plt Bupati Cianjur itu berisi kritikan untuk RSUD Sayang Cianjur mempunyai pelayanan dan fasilitas minim

Viral Surat Terbuka untuk Plt Bupati Cianjur, Kritikan untuk RSUD Sayang
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Heni pasien yang pulang dari RSUD Sayang Cianjur terbaring di rumahnya dan menunggu dirujuk 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Gangan Solehudin (30), seorang warga Kampung Cisalak, Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, membuat surat terbuka untuk Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.

Surat terbuka ditulis dan diunggah ke media sosial grup Facebook di Cianjur. Sepanjang Jumat (11/1/2019) status tersebut menjadi viral dan mendapat banyak respons melalui kolom komentar.

Surat terbuka yang ditujukan untuk Plt Bupati Cianjur itu berisi kritikan untuk RSUD Sayang Cianjur yang menurutnya mempunyai pelayanan dan fasilitas yang minim.

Gagan mengkritik RSUD Sayang Cianjur setelah sepupunya Heni (30) mendapat pelayanan yang tak maksimal dan tetap harus dirujuk ke rumah sakit lain karena tak ada fasilitas.

"Untuk meluruskan masalah saya tegaskan bahwa surat terbuka ini untuk Plt Bupati, saya berharap tak ada caci maki sana sini lagi, saya mengkritik RSUD Sayang Cianjur agar meningkatkan pelayanan dan melengkapi fasilitas," kata Gagan saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/1/2019).

BPBD Sebut 19 Kecamatan di Kabupaten Majalengka Rawan Bencana Alam

KPU Pastikan Daftar Pertanyaan Debat Pilpres 2019 Sudah Diterima Tim Kampanye Capres-cawapres

Gagan merasa kecewa karena setelah empat hari, sepupunya baru diketahui penyakitnya dan harus dirujuk ke rumah sakit lain karena RSUD Sayang tak mempunyai fasilitas.

Dalam surat terbuka itu juga Gagan menyebut biaya yang harus dikeluarkan keluarga selama empat hari untuk membeli obat yang cukup besar.

"Sejak hari pertama pun kami harus membeli obat di apotik depan rumah sakit, seharusnya rumah sakit menyediakan obat agar tak menyusahkan warga," kata Gagan.

Sebagai warga awam, kata Gagan, kenapa RSUD Sayang tak melengkapi fasilitas agar warga tak harus dirujuk ke luar Cianjur. "Kalau pasiennya koma bagaimana?," ujarnya.


Gagan mengatakan, sepupunya Heni (30) sakit sudah tujuh bulan dan mulai drop 1,5 bulan terakhir. Keluarga lantas membawanya ke rumah sakit pada Senin awal pekan kemarin. Lalu Heni diketahui menderita miom.

"Dalam surat terbuka itu juga saya menyebut cukup sampai saudara saya yang mengalami hal ini, semoga RSUD Sayang Cianjur lebih maju," katanya.

Kades Sukawangi Ahmad Dedi Suharyadi, mengatakan, ikut prihatin dengan kondisi yang dialami keluarga Gagan. Ia mengatakan, saat ini yang harus ia pikirkan adalah solusi agar Heni mendapat perawatan secepatnya.

"Tadi ada dari Puskesmas Warungkondang sudah memeriksa, sarannya tak ke Bandung, ke Sukabumi saja yang dekat," katanya. (*)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved