Jumlah Anak Berhadapan Hukum di Kota Cimahi Ada 60, Dinsos Merasa Prihatin

ABH merupakan anak yang melakukan tindakan pidana maupun anak yang menjadi korban pidana dengan usia 12 hingga 18 tahun.

Jumlah Anak Berhadapan Hukum di Kota Cimahi Ada 60, Dinsos Merasa Prihatin
india lega
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Kota Cimahi merasa prihatin dengan adanya anak berhadapan hukum ( ABH ) di Kota Cimahi.

ABH merupakan anak yang melakukan tindakan pidana maupun anak yang menjadi korban pidana dengan usia 12 hingga 18 tahun.

Kepala Bidang Sosial Dinsos P2KBP3A Kota Cimahi, Agustus Fajar, mengatakan, untuk di Kota Cimahi jumlah ABH mencapai 60 anak, tetapi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Kota Cimahi memang relatif kecil.

"Tapi tentunya kita merasa prihatin. ABH di Kota Cimahi ada 60 anak. Mereka yang menjadi saksi, ketika melihat orang mencuri juga itu merupakan ABH," ujar Agustus saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Jumat (11/1/2019).

Kata Warga, Rusaknya Jalan Mahar Martanegara Cimahi Bisa Membahayakan Pengendara

Data tersebut, kata Agustus, didapat dari Perlindungan Rehabilitasi Sosial Anak Berhadapan dengan Hukun Berbasis Masyarakat (PRSABH-BM) dan instansi kepolisian.

Ia mengatakan, yang menjadi keprihatian pihaknya itu karena anak zaman sekarang sangat rentan berhadapan dengan hukum karena faktor lingkungan sekitar.

"Itu yang menjadi penyebab paling besar. Jadi anak sekarang mudah terpengaruh dengan faktor lingkungan, seperti mereka nongkrong, sehingga itu yang memungkinkan mereka merencanakan hal di luar normal," katanya.

Untuk meminimalisasi lebih banyak adanya ABH, menurut dia, lingkungan keluarga menjadi aspek yang paling penting untuk menangkal anak dari masalah hukum tersebut.

"Selain itu tentunya peran aparatur setempat hingga pemerintah kota dibutuhkan untuk menangkal anak agar tidak melakukan hal yang negatif," katanya.

Bahkan, pihaknya juga sering menyampaikan kepada masyarakat khususnya orang tua bahwa ruang lingkung perlindungan anak agar tidak menjadi ABH itu dimulai dari keluarga.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved