BPBD Sebut 19 Kecamatan di Kabupaten Majalengka Rawan Bencana Alam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat sejumlah kecamatan rawan bencana.

BPBD Sebut 19 Kecamatan di Kabupaten Majalengka Rawan Bencana Alam
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi: Longsor di blok Cipadung, Desa Sindangpanji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Kamis (18/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat sejumlah kecamatan rawan bencana.

Terutama bencana yang kerap terjadi saat musim hujan dari mulai banjir, longsor, pergerakan tanah dan lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Toto Sumianto, mengatakan, dari 26 kecamatan di Kabupaten Majalengka sebanyak 19 di antaranya rawan bencana.

"Dari pemetaan kami 19 kecamatan itu rawan longsor dan pergerakan tanah," ujar Toto Sumianto melalui sambungan teleponnya, Jumat (11/1/2019).

Di antaranya, Kecamatan Lemahsugih, Cingambul, Argapura, Talaga, Cikijing, Malausma, Bantarujeg, dan lainnya.

Ia mengatakan, wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah itu terletak di bagian selatan Majalengka.

Wilayah selatan Majalengka, menurut dia, merupakan dataran tinggi karena berada di lereng Gunung Ciremai.

"Di beberapa titik kemiringan lahannya cukup signifikan sehingga rentan longsor," ujar Toto Sumianto.

Selain itu, wilayah utara Majalengka yang merupakan dataran rendah juga rentan diterjang banjir.

Kabupaten Majalengka sendiri terdiri dari pegunungan, yakni di bagian selatan, dan dataran rendah di wilayah utara.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dorong Tempat Wisata Dilengkapi Rambu Mitigasi Bencana


 

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved