Antisipasi Musim Kemarau, di Cianjur Dibentuk 34 Unit kelompok Penyediaan Air Minum dan Sanitasi

Meski masih musim hujan, untuk menghadapi musim kemarau Asosiasi Tirta Maju Karya Abadi (TMKA) sudah membentuk 34 unit

Antisipasi Musim Kemarau, di Cianjur Dibentuk 34 Unit kelompok Penyediaan Air Minum dan Sanitasi
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Asosiasi Tirta Maju Karya Abadi (TMKA) sudah membentuk 34 unit kelompok Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), di Kabupaten Cianjur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Meski masih musim hujan, untuk menghadapi musim kemarau Asosiasi Tirta Maju Karya Abadi (TMKA) sudah membentuk 34 unit kelompok Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pasimas), di Kabupaten Cianjur. Asosiasi TMKA menyasar warga yang sering mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Pada 2019 ini Asosiasi TMKA berencana untuk memperluas pembentukan PAMSIMAS di setiap pelosok desa yang ada di Kabupaten Cianjur. Terlebih, untuk mempersiapkan warga pelosok menghadapi musim kemarau.

Ketua Asosiasi TMKA, Asep Sobandi, mengatakan, di Cianjur Selatan saat kemarau tiba warga masih harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan minum dan MCKnya.

Maka dari itu, pihaknya berencana untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan progtam PAMSIMAS.

"Masyarakat yang sudah mempunyai dan membentuk Pamsimas di desanya, saat ini tidak kerepotan kalau kemarau datang. Sebab mereka sudah punya fasilitas seperti pipa jaringan, menara air, hingga keran bersama untuk digunakan jikalau terjadi kemarau," katanya, Jumat (11/1/2019).

KPU Menolak Perubahan Visi Misi yang Diajukan Prabowo-Sandi, Apa Alasannya?

Asep mengatakan, keberadaan asosiasi TMKA sendiri sudah ada sejak 2017 lalu di Cianjur dan secara resmi terbentuk pada pertengahan 2018 lalu. Awal mula terbentuknya asosiasi tersebut, muncul dari kekhawatiran Asep bersama rekannya melihat kondisi masyarakat yang kesulitan mengkses air bersih, terlebih jika terjadi kemarau panjang.

"Di Cianjur potensi pengelolaan pengairan sangat besar. Hampir seluruh wilayah di Cianjur mempunyai sumber air seperti air permukaan, air tanah, hingga mata air. Namun kenapa tidak bisa diakses oleh warga, itu karena masyarakat terkendala oleh alat serta fasilitasnya," ujarnya.

Pamsimas juga mendorong peningkatan derajat kesehatan warga Cianjur lewat sanitasinya, karena menjangkau aspek pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Pembentukan kelompok swakelola akan menghasilkan pundi rupiah bagi masyarakat.


"Tentunya, pengelolaan program Pamsimas ini akan dikelola oleh masyarakat sendiri. Dari sana masyarakat bisa mendapat manfaat kesehatan juga secara ekonomi," katanya.

Program tersebut, disebutkannya, bersumber dari Kementrian PUPR. Pihaknya hanya berfungsi untuk memantau, dan mengawal berjalannya bantuan tersebut.

"Adapun di Cianjur leading sektornya yaitu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemukiman, Perumahan, Tanah dan Air (Diskimrum), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur," katanya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved