Pilpres 2019

Alasan BPN Revisi Visi Misi Prabowo-Sandi hingga Komentar Menohok Moeldoko

BPN ingin revisi visi misi paslon Prabowo-Sandi, tapi ditolak KPU. Moeldoko pun beri komentar menohok.

Alasan BPN Revisi Visi Misi Prabowo-Sandi hingga Komentar Menohok Moeldoko
Tribunnews & Kompas
Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno (kiri) dan Moeldoko (kanan) 

TRIBUNJABAR.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno merevisi visi misi pasangan calon (paslon) nomor urut 02 menjelang debat perdana Pilpres 2019.

Berdasarkan penjelasan juru bicara BPN, Danhil Anzar Simanjuntak, terdapat empat poin yang direvisi dari visi misi paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Perbaikan dalam setiap poin, kata Danhil, mempunyai alasan tersendiri.

"Tidak banyak yang berubah. Intinya Pak Prabowo dan Bang Sandi ( Prabowo Subianto - Sandiaga Uno ) ingin ada perbaikan pada empat hal," ujar Dahnil, seperti dikutip dari Kompas.

Adapun empat perubahan dalam dokumen visi misi berjudul 'Indonesia Menang' itu, di antaranya soal tata bahasa.

Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat bisa lebih memahami maksud dari paslon nomor urut 02.

Debat Perdana Pilpres, Prabowo-Sandi Juga Akan Soroti Masalah Korupsi Pejabat Negara

Perubahan poin kedua dilakukan dengan alasan memperkuat referensi dan dasar utama visi-misi yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

"Perlu ada penegasan bahwa Prabowo Sandi ingin mengembalikan pembangunan ekonomi harus berlandaskan konstitusi yakni Pasal 33," papar Dahnil.

Poin ketiga, terdapat perbaikan pada struktur kalimat pesan visi yang ditawarkan paslon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Alasan perubahannya yaitu untuk memudahkan publik dalam memahami pesan yang ingin disampaikan paslon.

Halaman
123
Penulis: Indan Kurnia Efendi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved