'Tweet War' di Twitter, Mahfud MD Sebut Nama SBY, Andi Arief Singgung Soal Jabatan Cawapres Jokowi

Setelah adanya jawaban dari Mahfud MD, Andi Arief tetap menganggap bahwa uraian dari Mahfud MD berbahaya.

'Tweet War' di Twitter, Mahfud MD Sebut Nama SBY, Andi Arief Singgung Soal Jabatan Cawapres Jokowi
kolase
Andi Arief dan Mahfud MD 

TRIBUNJABAR.ID - Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD adu argumen di Twitter terkait kecurangan yang akan dihadapi KPU di setiap pemilihan umum.

'Tweet war' keduanya dimulai pada Rabu (9/1/2019).

Andi Arief mengkritisi penjelasan Mahfud MD soal sengketa pemilu.

"Peryataan paling berbahaya dari Prof @mohmahfudmd di ILC adalah: KPU atau aiapapun yg dianggap curang kalau tidak melebihi perbedaan suara antar paslon aman-aman saja," ungkap Andi Arief.

"Dengan logika berbahaya dari Prof @mohmahfudmd, kalau ada kecurangan 4 jt suara tidak apa2, selama perbedaan suara antar capres adalah 9 jt. BAHAYA," lanjutnya.

Mahfud MD pun memberikan respons. Dia menjelaskan bahwa perhitungan hasil pemilu bisa dibatalkan oleh MK jika selisih suara yang diperkarakan bisa mengubah hasil perolehan suara.

Menurut Mahfud MD, hal tersebut diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2011 yang disahkan saat era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kalau dlm Sengketa Pemilu Anda bs membuktikan kecurangan 1 jt padahal kalahnya 3 jt maka hsl pemilu tak bs dibatalkan. Ini ketentuan UU No.8 Thn 2011. UU ini dibuat pd saat Partai Demokrat berkuasa. Kalau mnrt Anda salah gugatlah Partai Demokrat (PD). Kok bilang berbahaya ke gue?" tulis Mahfud.

"Yg menandatangani UU No. 8 Tahun 2011 adl Presiden SBY, disitu disebut bhw perhitungan hsl pemilu blh dibatalkan oleh MK jika selisih suara yg diperkarakan bs mengubah urutan perokehan suara (kemenangan). Kalau Anda bilang itu berbahaya, proteslah yg membuat dan menandatangani UU," lanjut Mahfud MD.

Mahfud MD juga tak tertima ketika Andi Arief menyebut pernyataannya sebagai bahaya.

Halaman
12
Penulis: Indan Kurnia Efendi
Editor: Widia Lestari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved