Sempat Ditawar Sutradara Jepang, Pembuat Game DreadOut Pilih Kimo Stamboel Gara-gara Skrip

Sempat ditawar sutradara asal Jepang, Rachmad dan Dito pilih Kimo Stamboel sutradarai DreadOut.

Sempat Ditawar Sutradara Jepang, Pembuat Game DreadOut Pilih Kimo Stamboel Gara-gara Skrip
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
CEO Digital Happines, Rachmad Imron (jaket biru) dan Co- Founder Digital Happines, Dito Suwardita. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Game DreadOut kini semakin dikenal setelah rilisnya film DreadOut yang mulai tayang di bioskop 3 Januari 2019.

Game yang dibuat oleh Rachmad Imron dan Dito Suwardita ini sebelumnya telah eksis hingga mancanegara karena menghadirkan game dengan tampilan hantu yang berbeda daripada biasanya.

Butuh proses bagi kedua penggagas game yang suskes di luar negeri ini untuk negosiasi pembuatan film DreadOut.

Diakui CEO Digital Happines, Rachmad Imron, jika sebelumnya tak hanya Kimo Stamboel yang menawarkan untuk menjadikan cerita game ini menjadi sebuah film.

"Sebelumnya ada beberapa juga, tapo kami masih merasa mereka kurang serius. Ada juga yang datang orang Jepang, dia sutradara film yang agak sadis tapi akhirnya kami memilih Mas Kimo," ujar Rachmad Imron saat ditemui di Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka, Rabu (9/1/2019).

Alasan lainnya yang membuat keduanya semakin setuju adalah Kimo Stamboel yang datang tanpa iming-iming apapun. Kimo Stamboel hanya membawa skrip film.

Game Horor DreadOut Membawa Hantu Indonesia Berkelana ke Luar Negeri, Dua Orang Ini Aktornya

"Mas Kimo menemui kami dengan cara yang berbeda, ia langsung punya skripnya dan bertanya bagaimana pendapat kami," ujar Dito.

Keseriusan Kimo membuat Rachmad Imron dan Dito setuju untuk mengangkat ide game ini menjadi sebuah film layar lebar dengan judul yang sama.

Selain itu juga kedua pembuat game ini melihat latar belakang Kimo yang dikenal dengan film-film layar lebar yang sukses.

Lihat saja film Rumah Dara, Killers, dan yang terbaru adalah Night Come For Us yang tak kalah sadisnya dengan adegan berdarah-darah.

Telah tayang hampit seminggu di bioskop, film Dreadout kini telah ditonton kurang lebih 500.000 penonton. Hal ini membuat Rachmad Imron dan Dito merasa senang dengan antusiasme penonton.

Dito mengatakan antara game dan film memang ada hal yang berbeda, tak sepenuhnya sama.

Menurutnya, Kimo Stamboel mampu menyajikan tayangan yang lebih universal, antara horor, thriller, dan komedi.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved