Nurhadi-Aldo, Pasangan Capres-cawapres Guyonan Mendadak Viral, Bawaslu Beri Tanggapan

Terkait viralnya sosok Nurhadi-Aldo sebagai capres-cawapres guyonan, Bawaslu akhirnya memberikan respons.

Nurhadi-Aldo, Pasangan Capres-cawapres Guyonan Mendadak Viral, Bawaslu Beri Tanggapan
Instagram
Foto paslon presiden dan wakil presiden fiktif, Nurhadi-Aldo, dengan nomor urut 10. 

TRIBUNJABAR.ID - Di tengah panasnya tensi politik menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, muncul dua nama baru yang mendadak jadi perbincangan pengguna internet di Indonesia.

Mereka adalah Nurhadi-Aldo, pasangan capres-cawapres fiktif.

Pasangan Nurhadi-Aldo ini begitu viral di beberapa jejering sosial, di antaranya Instagram, Facebook, dan Twitter.

Meski hanya menjadi capres-cawapres fiktif, Nurhadi-Aldo bergaya layaknya pasangan jyang benar-benar akan bertarung di Pilpres 2019.

Mereka pun mempunyai slogan yang cukup menggelitik, yakni 'Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik'.

Berdasarkan laporan BBC Indonesia berhasil menghubungi salah seorang bagian dari pengelola akun media sosial Nurhad-Aldo yang tak mau disebutkan namanya, Ia menyatakan munculnya tokoh Nurhadi-Aldo untuk meredam konflik antarkubu di ajang Pilpres 2019.

Foto paslon presiden dan wakil presiden fiktif, Nurhadi-Aldo, dengan nomor urut 10.
Foto paslon presiden dan wakil presiden fiktif, Nurhadi-Aldo, dengan nomor urut 10. (Instagram)

Adapun menurut laporan BBC Indonesia, keseluruhan pengelola akun media sosial Nurhadi-Aldo tersebut terdiri dari delapan orang pemuda berusia kisaran 17 sampai dengan 23 tahun, dan mereka tinggal di beberapa kota di Indonesia.

Menariknya, mereka (pengelola akun media sosial Nurhadi-Aldo) belum pernah bertemu satu sama lain.

"Di berbagai sosial media sekarang banyak kampanye hitam saling menjelekkan. Masyarakat mulai terkotak-kotak. Nurhadi-Aldo hadir untuk meredam itu, untuk meredam konflik antar kubu," kata salah satu pengelola akun media sosial Nurhadi-Aldo, kepada BBC Indonesia, Kamis (3/1/2019).

Tokoh Nurhadi sendiri ternyata bukan tokoh fiktif.

Halaman
12
Penulis: Indan Kurnia Efendi
Editor: Widia Lestari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved